DetikNews
Kamis 19 April 2018, 22:59 WIB

Tabuhan Lesung Tandai Pembukaan Festival Jamu dan Kuliner Jateng

Arif Syaefudin - detikNews
Tabuhan Lesung Tandai Pembukaan Festival Jamu dan Kuliner Jateng Pembukaan Festival Jamu dan Kuliner di Rembang. (Foto: Arif Syaefudin/detikcom)
Rembang - Tabuhan lesung mengggunakan alu menandai dibukanya festival jamu dan kuliner tingkat provinsi Jawa Tengah, Kamis (19/4/18) malam. Festival ini rencananya akan digelar selama 3 hari, hingga 21 April 2018 mendatang. Berlokasi di Alun-alun kota Rembang.

Tabuhan tersebut dilakukan Bupati Rembang, Abdul Hafidz, dengan Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah, Urip Sihabudin. Dikatakan oleh Urip, festival semacam telah digelar selama 7 kali berturut-turut setiap tahun. Kali ini berlokasi di Kabupaten Rembang bertepatan dengan momentum perayaan Hari Kartini.

"Kami punya misi agar jamu ini bisa lebih dikenal dan kembali dicintai masyarakat. Di Indonesia terdapat 30 ribu varian tanaman, 2.500 di antaranya merupakan tumbuhan herbal yang bisa diolah sebagai jamu," papar Urip kepada wartawan.

Tabuhan Lesung Tandai Pembukaan Festival Jamu dan Kuliner JatengFoto: Arif Syaefudin/detikcom

Ia menyebutkan, jamu harus dipertahankan. Bukan hanya mempengaruhi konsumen, para produsen jamu juga terus berinovasi agar jamu tetap eksis dengan menciptakan jamu dalam wujud yang lain.

"Memang harus diakui bahwa jamu saat ini sudah mulai meredup. Masyarakat terkadang memilih obat kimia karena efeknya cepat, sedangkan jamu memang lebih lama tapi kan tanpa efek samping apapun. Saya sudah menemui jamu dalam bentuk es krim, kapsul, atau bahkan dalam wujud lainnya," imbuhnya.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz, menegaskan jamu tradisional adalah aset luar biasa bangsa Indonesia. Dari sejumlah penelitian terbukti bahwa banyak tanaman di Indonesia justru jadi komoditas yang diminati pihak luar negeri untuk dijadikan obat berbagai penyakit.

Dalam festival tersebut terdapat 50 stan, yang diikuti oleh 35 Kabupaten/kota se Jawa Tengah, ditambah sejumlah perusahaan jamu yang ada di wilayah Jawa Tengah.
(mbr/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed