Polisi Gelar Rekonstruksi Penyerangan di Gereja Lidwina Sleman

Ristu Hanafi - detikNews
Kamis, 19 Apr 2018 12:45 WIB
Suasana saat rekonstruksi penyerangan Gereja Lidwina, Sleman. Foto: Ristu Hanafi/detikcom
Sleman - Polisi menggelar rekonstruksi kasus penyerangan Gereja Katolik Santa Lidwina Bedog, Kecamatan Gamping, Sleman. Pelaku penyerangan, Suliyono, dihadirkan secara langsung dalam rekonstruksi yang digelar secara tertutup tersebut.

Pantauan di lokasi, proses rekonstruksi dimulai sekitar pukul 08.30 WIB tadi. Polisi melakukan pengamanan berlapis. Kawasan serta jalanan menuju gereja disterilkan radius sekitar 400 meter. Awak media juga dilarang mendekat untuk mengambil gambar.

Terlihat sedikit adegan ketika rekonstruksi berlangsung di luar bangunan gereja. Suliyono yang memakai baju tahanan warna orange dan penutup rambut, berjalan dari sisi barat gereja menuju timur gereja. Di sana, Suliyono mempraktikkan adegan di sebuah gubuk di tengah sawah.

Kemudian Suliyono berjalan menuju gerbang depan gereja dengan pengawalan polisi bersenjata. Di gerbang terlihat dua adegan diperagakan, yakni saat Suliyono akan masuk pintu gerbang dan setelah masuk pintu gerbang.

Di situ Suliyono sempat memperagakan aksinya menyerang seorang jemaat gereja memakai pedang. Terlihat polisi menunjukkan angka 29 dan 30. Setelah itu, Suliyono langsung dibawa masuk ke dalam gereja dan baru keluar lagi sekitar pukul 10.20 WIB.

Tidak satu pun polisi di lokasi yang bersedia dimintai keterangannya terkait rekonstruksi ini.

Sementara itu, Camat Gamping, Abu Bakar mengaku tak mengetahui jika akan ada rekonstruksi kasus penyerangan gereja.

"Saya tidak tahu ada rekonstruksi," kata Abu Bakar yang kebetulan menghadiri acara tak jauh dari lokasi Gereja Lidwina.

Suliyono merupakan pelaku penyerangan Gereja Lidwina saat jemaat melaksanakan ibadah pada Minggu (11/2) lalu. Beberapa orang terluka akibat sabetan pedang Suliyono. Salah satunya adalah pastor Romo Prier yang memimpin ibadah.

Suliyono berhasil dilumpuhkan oleh polisi sesaat setelah peristiwa penyerangan. Kasusnya kini ditangani oleh Densus 88 Mabes Polri. (sip/sip)