DetikNews
Senin 16 April 2018, 11:41 WIB

Melihat Aksi Anak Muda di Yogya Berbagi untuk Pekerja Jalanan

Pancratia Andri Arsani - detikNews
Melihat Aksi Anak Muda di Yogya Berbagi untuk Pekerja Jalanan Foto: Pancratia Andri Arsani/detikcom
Bantul - Beberapa anak muda di Yogyakarta memiliki kegiatan yang fokus untuk mengapresiasi kaum difabel dan lansia yang bekerja. Mereka tergabung dalam Komunitas Ketimbang Ngemis Yogyakarta (KNY).

KNY memberi penghargaan kepada mereka yang memiliki keterbatasan namun masih mau bekerja dibandingkan hanya mengemis. Mereka memberi apresiasi kepada orang-orang yang memiliki keterbatasan fisik, namun masih mau bekerja di jalan untuk menghidupi diri sendiri dan orang yang dicintainya. Kadang mereka juga menyasar anak-anak yang terpaksa ikut mengais rezeki.

Seperti yang mereka lakukan pada Minggu (15/4), KNY menemui seorang pekerja penyandang tunanetra Suwaji (55) di rumahnya di daerah Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Bantul.

Suwaji sehari-hari berjualan keset di sekitar kampus Universitas Gadjah Mada (UGM). Rombongan KNY datang di rumahnya dengan memberikan donasi berupa perlengkapan yang dibutuhkan terutama kebutuhan rumah tangga ataupun kebutuhan untuk bekerja serta sejumlah uang.
Melihat Aksi Anak Muda di Yogya Berbagi untuk Pekerja JalananFoto: Pancratia Andri Arsani/detikcom

Donasi tersebut didapat dari para donatur yang peduli terhadap kegiatan mereka. Para donatur biasanya menghubungi komunitas ini melalui melalui instagram, telepon atau WA.

"Tujuannya mengingatkan anak muda bahwa yang kerja lebih baik daripada meminta, mempromosikan mereka yang berjualan, mengapresiasi mereka yang berjualan dan memberikan empowerment" ungkap Ketua KNY, Nanda.

Sebelum terjun ke lapangan, kata Nanda, mereka melakukan survei terlebih dahulu terhadap orang yang hendak dituju dengan melihat kondisi rumah dan mengorek berbagai informasi sedalam-dalamnya. Sosok target tersebut bisa diperoleh dari informasi masyarakat melalui sosial media dan juga melihat di jalan secara langsung.

"Hal itu agar target tepat sasaran," katanya.

Nanda menjelaskan salah satu cara yang dilakukan dengan melakukan pendekatan kepada sosok sambil membeli hasil jualannya.

"Kita mendapat informasi lalu membeli jualannya. Dapat dari informasi masyarakat, jualan di mana, jualan apa, biasanya kita dapat info alamat rumah target. Lalu baru kita masuk di waktu yang tepat. Tanya warga sekitar dan RT-nya. Lalu silaturahmi, beli barangnya. Lalu menanyakan kondisi rumah dan anak-anaknya gimana," kata Nanda.

Harapan mereka adalah agar mereka semakin semangat lagi karena tahu banyak orang di luar sana mengapresiasi orang yang masih mau bekerja.

"Tapi dengan apresiasi seperti itu kan sosok mulia akan lebih senang dalam terus menjalani pekerjaannya," tambah anggota KNY lainnya, Awul.

Saat ini KNY memiliki sekitar 30-an anggota. Mereka melakukan pertemuan rutin 2 sampai 3 kali dalam satu bulan. Mereka mempunyai tugas dalam melakukan survei, promosi para pekerja melalui sosial media dan juga melakukan bakti sosial. Mereka melakukan donasi kepada seseorang yang dituju miminal tiap satu bulan sekali.

Selain bakti sosial kegiatan lainnya adalah berbagi takjil di bulan puasa, bagi-bagi parsel, kolaborasi dengan organisasi lain dan kunjungan ke panti asuhan.

Kegiatan dan profil sosok mulia dapat dilihat melalui instagram @ketimbang.ngemis.yogyakarta. Dalam sosial media itu disebutkan "sesungguhnya mereka hanya menghindari dari sifat meminta-minta".
(bgs/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed