Sang pemilik hajatan, Kemiran (58) mengaku terkejut mendengar kabar puluhan tamu undangan dan tetangganya mengeluhkan gejala keracunan. Dia mengaku turut memakan makanan yang sama, yakni nasi dengan lauk rendang daging sapi dan oseng krecek telur puyuh. Namun dia tidak merasakan sakit apapun.
"Kalau saya tidak merasakan sakit, tapi kakak saya mengeluh sakit perutnya," kata Kemiran, ditemui wartawan di rumahnya, Rabu (11/4/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya minta maaf kepada seluruh warga, saya tidak tahu kalau jadi begini," ujarnya.
Sekitar 40 warga Desa Kedungsari, Kecamatan Pengasih ini mengeluhkan mual dan pusing seusai menyantap makanan hajatan pernikahan di rumah Kemiran, Selasa (10/4) petang. Semalam, 15 orang di antaranya sempat menjalani perawatan di RSUD Wates dan RS Kharisma Paramedika Wates. Selebihnya periksa di klinik dan puskesmas lalu diberi obat.
Polisi turun tangan melakukan penyelidikan. Sisa makanan yang dihidangkan kepada tamu diambil sampelnya untuk diuji di laboratorium forensik.
Sementara itu dokter umum IGD RSUD Wates, Stovia Ellen menjelaskan mayoritas warga yang datang berobat mengeluhkan gejala keracunan makanan. Yakni ada yang dehidrasi, pusing, mual sampai diare.
Hingga kini, masih ada dua warga yang dirawat di RSUD Wates. Yakni Diyah Ayu, warga Pedukuhan Kalinongko dan Sukmini, warga Pedukuhan Ngramang. Kondisi keduanya mulai membaik. (sip/sip)











































