DetikNews
Rabu 11 April 2018, 13:29 WIB

Jadi Tempat Mesum, Gerbong Mangkrak di Purworejo Dikeluhkan Warga

Rinto Heksantoro - detikNews
Jadi Tempat Mesum, Gerbong Mangkrak di Purworejo Dikeluhkan Warga Rangkaian gerbong kereta yang diduga dijadikan tempat mesum. Foto: Rinto Heksantoro/detikcom
Purworejo - Keberadaan rangkaian gerbong kereta barang milik PT Kereta Api Indonesia di atas jalur rel lama di Purworejo, Jawa Tengah ramai dijadikan untuk spot swafoto. Namun di sisi lain warga setempat mengeluh karena juga rawan dijadikan tempat mesum.

Rangkaian kereta barang yang berjumlah sekitar 100 gerbong tersebut berada di pinggiran Desa Besole, Kecamatan Bayan. Keberadaan rangkaian kereta yang mangkrak tersebut memang ramai dijadikan ajang foto selfie terutama bagi kawula muda. Namun tempat itu diduga juga menjadi tempat berbuat asusila oleh sejumlah pasangan muda-mudi.

"Ya emang ramai mas, pada foto-foto. Tapi ya ada aja yang menyalahgunakan untuk yang lain. Warga sini juga sering melihat pasangan yang berbuat itu (asusila). Bahkan pernah ada yang melihat jam dua siang ada yang begituan. Kalau malam biasanya malam minggu ada aja yang ke situ," ungkap warga setempat, Purwanto (44) ketika ditemui detikcom di rumahnya, Rabu (11/4/2018).

Karena khawatir dengan aktivitas tersebut, warga pun melakukan pecegahan dengan sering mengamati setiap orang yang datang ke lokasi tersebut.

Diwawancara terpisah, seorang fotografer Purworejo, Arif Gunawan Abdul Madjid (44) menuturkan bahwa keberadaan gerbong tua yang terbentang di atas rel jurusan Purworejo-Kutoarjo itu memang menjadi magnet penggemar fotografi. Ia berharap agar tempat tersebut tidak disalahgunakan.

Gerbong mangkrak yang diduga menjadi tempat mesum di Purworejo. Gerbong mangkrak yang diduga menjadi tempat mesum di Purworejo. Foto: Rinto Heksantoro/detikcom

"Tempatnya bagus buat fotografi, emang agak ekstrim tapi keren. Beberapa kali saya ambil obyek di sana, sayang kalau sampai dirusak oleh orang yang tidak bertanggungjawab dengan berbuat asusila," ucapnya.

Manajer Humas PT KAI DAOP V Purwokerto Ixfan Hendriwintoko saat dihubungi detikcom mengatakan, gerbong-gerbong tersebut dulunya digunakan untuk mengangkut semen dan pasir kwarsa. Gerbong lama buatan tahun 1964 itu dihentikan operasinya sejak tahun 2010 dan menjadi aset PT KAI.

"Statusnya gerbong konservasi alias masuk daftar gerbong rucat atau afkir, dulu digunakan untuk angkutan semen sama pasir kwarsa sebelum tahun 2000 an dan berhenti operasi tahun 2010 namun masih masuk daftar aset yang harus dimankan. Kami juga meminta kepada warga sekitar untuk membantu menjaga aset tersebut dan mengingatkan jika ada yang menyalahgunakan," ucapnya.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed