Saat SBY Mengenang Masa Tugasnya di Yogya Pada 1995 Silam

Saat SBY Mengenang Masa Tugasnya di Yogya Pada 1995 Silam

Usman Hadi - detikNews
Minggu, 08 Apr 2018 22:21 WIB
Saat SBY Mengenang Masa Tugasnya di Yogya Pada 1995 Silam
SBY bersama Ani Yudhoyono di Yogyakarta malam ini. Foto: Usman Hadi/detikcom
Yogyakarta - Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono bersama istri berkunjung ke kawasan Alun-alun Utara Kota Yogyakarta. Setelahnya, SBY menyempatkan diri menyantap hidangan di Angkringan Pendopo Lawas timur alun-alun.

Dalam kesempatan itu, SBY juga menyempatkan diri berinteraksi dengan warga. Tak sekedar itu, di sela kegiatannya SBY bercerita tentang kenangannya dulu saat bertugas di kota pelajar ini.

"Saya menjadi korem dengan pangkat kolonel bertugas di Yogyakarta pada tahun 1995. Kalau diingat tahun itu adalah tahun awal dari transisi pemerintahan dari Presiden Soeharto ke pemerintah orde reformasi," ucap SBY, Minggu (8/4/2018).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, situasi politik sejak tahun 1995 mulai hangat dan semakin panas menjelang tahun 1997. Sebagai komandan korem, kata SBY, tugasnya adalah menjaga stabilitas sosial, politik dan keamanan wilayah.


"Saya ingat betul Yogyakarta ini berbeda dengan daerah-daerah yang lain. Boleh dikatakan khas atau unik dari segi politik, dari segi sosial, dari segi budaya dan hubungan di antara negara, pemerintah dengan rakyat," lanjutnya.

Selanjutnya, SBY bercerita soal suka dan dukanya saat menjabat sebagai komandan korem. Salah satunya harus berkomunikasi dengan para mahasiswa Yogyakarta yang dikenal kritis terhadap kebijakan pemerintah.

"Saya mengambil jalan yang berbeda, saya menjalin komunikasi dengan para mahasiswa," sebutnya.

"Mereka siang hari melakukan unjuk rasa menginginkan perubahan. Tetapi malam hari saya ajak dialog, saya tidak bisa mengekang kebebasan mereka berekspresi. Alhasil waktu itu Yogyakarta boleh dikatakan tetap dinamis, tetapi tidak ada kekerasan apapun di kota ini," ucapnya.

Namun, kata SBY, pendekatanya yang lunak terhadap elemen mahasiswa dianggap keliru oleh sebagian pimpinan. Bahkan imbasnya, SBY hampir dicopot dari jabatannya.

"Saya bersyukur akhirnya saya berhasil selamat dari terpaan politik waktu itu. Meskipun saya tidak sampai satu tahun bertugas di sini," pungkas SBY. (sip/sip)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads