Cara Unik Warga Jepara Lestarikan Dolanan Anak yang Hampir Punah

Wikha Setiawan - detikNews
Jumat, 06 Apr 2018 14:14 WIB
Rumah Belajar Ilalang (RBI) di Jepara lestarikan dolanan anak. Foto: Wikha Setiawan/detikcom
Jepara - Rumah sederhana di Desa Kecapi RT 14 RW 02 Kecamatan Tahunan, Jepara tampak ramai dikunjungi anak-anak. Mereka datang untuk bermain sekaligus belajar mengenal kembali dolanan tradisional yang mulai punah.

Rumah berukuran 5x8 meter itu memang dijadikan Taman Baca Masyarakat (TBM) Rumah Belajar Ilalang. Hampir semua ruangan 'dihibahkan' untuk belajat anak-anak di Jepara. Hanya satu kamar yang masih ditempati secara pribadioleh pemiliknya.

Hasan, pemuda yang merelakan rumahnya menjadi ruang bermain dan belajar anak. Ia hidup bersama ibundanya, Sukinah (68).

Rumah Belajar Ilalang (RBI) sudah bertahun-tahun menjadi ruang tumbuh organik bagi anak-anak di kawasan pedesaan. Bahkan tiga tahin terakhir menyelenggarakan Olimpiade Dolanan Anak (Odolan).

Odolan merupakan acara tahunan sebagai upaya pelestarian dolanan tradisional. Di sini, dolanan tradisional dilombakan dengan peserta anak-anak usia TK dan SD. Selain itu, RBI juga mengembangkan dunia literasi.

"Kami merasa bahwa dolanan tradisional masih penting untuk dilestarikan. Sehingga di sini anak-anak dikenalkan dolanan-dolanan nusantara," paparnya kepada detikcom di RBI, Jumat (6/4/2018).

Cara Unik Warga Jepara Lestarikan Dolanan Anak yang Mulai LangkaRumah Belajar Ilalang (RBI) di Jepara lestarikan dolanan anak. Foto: Wikha Setiawan/detikcom

Bukan sekedar TBM, RBI juga melakukan pendataan dolanan. Yakni 50 aktivitas dolanan tradisional, 20 tembang bocah, 150 benda dolanan anak.

"Dolanan itu yang kami lombakan dalam Odolan. Seperti gobak sodor, egrang, ular naga, cublak-cublak suweng, dakon, petak umpet dan lompat tali," lanjutnya.

Pria kelahiran Jepara, 10 Februari 1988 yang juga seorang pendongeng ini pernah memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri) dengan mendongeng di 468 lokasi selama sekitar 21 hari, tepat menjelang perayaan HUT Jepara 2017.

"Kami menyebutnya Wayang Dongeng. Yakni mendongeng dengan media wayang bentuk kartun yang kami buat sendiri. Kadang juga menggunakan boneka," tutur dia.

Perkembangannya, dari mula rumah yang sederhana itu, RBI membangun sebuah pendopo berukuran 8x3 meter untuk pusat kegiatan. Hampir tiap bulan, tempat tersebut didatangi sekolah-sekolah tingkat TK dan SD untuk bermain.

Rumah Belajar Ilalang (RBI) di Jepara lestarikan dolanan anak.Rumah Belajar Ilalang (RBI) di Jepara lestarikan dolanan anak. Foto: Wikha Setiawan/detikcom

"Motto kami semua orang guru, alam raya sekolahku," ungkapnya.

Sejak berdiri 2012, RBI mendapat respon positif dari masyarakat, seniman dan kalangan aktivis literasi.

"Mereka menjadi relawan untuk membantu mewujudkan visi misi RBI. Dan anak-anak yang dulu kerap bermain di sini sekarang sudah remaja, juga menjadi relawan sekarang," pungkasnya. (sip/sip)