Sangat Dicintai Bung Karno, Puan: Kami Keluarga Muhammadiyah

Usman Hadi - detikNews
Selasa, 03 Apr 2018 16:29 WIB
Puan Maharani mengunjungi Madrasah Mualimat Muhammadiyah (Foto: Usman Hadi/detikcom)
Yogyakarta - Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani menyebut Bung Karno begitu mencintai Muhammadiyah. Menurutnya, hal itulah yang menjadi perekat hubungan keluarga Bung Karno dengan keluarga Muhammadiyah hingga kini.

"Kalau lihat sejarah, baca sejarah, itu memang terlihat bagaimana kemudian Bung Karno begitu mencintai Muhammadiyah," kata Puan dalam sambutannya saat berkunjung ke Madrasah Mualimat Muhammadiyah Yogyakarta, Selasa (3/4/2018).

Menurutnya, saat pertama kali sampai di Madrasah Mualimat Muhammadiyah perhatiannya langsung tertuju pada sebuah gambar yang tertempel di pintu masuk. Gambar tersebut salah satunya adalah sosok Bung Karno, presiden pertama sekaligus kakeknya sendiri.

"Ada satu hal yang kemudian membuat saya agak lama menatap gambar tersebut. Karena ternyata ada kalimatnya Bung Karno. Bung Karno presiden pertama dan yang pasti adalah kalimat yang ditulis itu membuat saya seperti kembali lagi ke rumah saya," tuturnya.

"Kalimatnya itu tertulis bahwa disampaikan oleh Bung Karno tahun 1957. Saya saja belum lahir, diniatkan lahir saja belum. Tapi di situ tertulis 'sekali Muhammadiyah tetap Muhammadiyah'," lanjutnya.

Menko Puan: Bung Karno Begitu Mencintai Muhammadiyah(Foto: Usman Hadi/detikcom)

Merujuk pernyataan tersebut menandakan bahwa Bung Karno adalah bagian dari keluarga besar Muhammadiyah. Menurutnya, hal ini juga berlaku bagi keturunannya, termasuk dirinya.

"Nah saya, karena keturunannya Bung Karno ya tentu saja mengaku sebagai keluarganya Muhammadiyah," ucap Puan diiringi tepuk tangan jamaah Muhammadiyah yang menghadiri kunjungan tersebut.

Puan mengaku memang sering menyebutkan ke publik bahwa keluarganya adalah bagian dari keluarga besar Muhammadiyah. Menurutnya, apa yang diucapkannya itu bukan karena kebetulan dia sedang berkunjung di tempat milik Muhammadiyah.

"Nenek saya, Ibu Fatmawati, penjahit bendera pusaka pun mengatakan dirinya Muhammadiyah. Kebetulan kakek buyut saya sama eyang putri saya yang dari ibu Fatmawati itu waktu saya lahir sudah sepuh. Tapi saya bisa melihat beliau berdua itu orang Muhammadiyah," sebutnya.

"Jadi memang kedekatan keluarga kami ini dengan keluarga besar Muhammadiyah sudah melekat jauh-jauh hari sebelumnya, jadi tidak ngaku-ngaku. Karena betul kami ini keluarga Muhammadiyah," pungkas dia. (mbr/mbr)