DetikNews
Selasa 27 Maret 2018, 15:45 WIB

Balita di Boyolali Ini Jantungnya Bocor dan Harus Dioperasi

Ragil Ajiyanto - detikNews
Balita di Boyolali Ini Jantungnya Bocor dan Harus Dioperasi Khansa, balita penderita jantung bocor di Boyolali. Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom
Boyolali - Tubuh balita Khansa Naifah yang kurus tampak lemas. Balita berumur 20 bulan itu, divonis menderita penyakit jantung bocor.

"Diketahui (menderita kelainan jantung) sejak umur 2 bulan," kata Ifa Hanifah, ibu Khansa ditemui di rumah kontrakannya Dukuh Jomboran RT 02/10 Kelurahan Kemiri, Kecamatan Mojosongo, Boyolali Selasa (27/3/2018).

Kelainan jantung yang diderita putri kedua pasangan Acep Sutisna (31) dengan Ifa Hanifah (21) itu diketahui setelah berat badannya yang tidak bertambah sejak lahir. Bahkan, Khansa yang lahir pada 21 Juli 2016 itu hingga umur 2 bulan beratnya malah turun.

"Berat badannya nggak naik. Saat lahir 3 kg, turun jadi 2,7 kg," jelas Ifa.

Karena itu dia pun membawa buah hatinya ke dokter anak. Kata dokter, Khansa mengalami kelainan jantung. Dokter pun memberi rujukan ke RSUD Dr Moewardi Solo untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Dari hasil rontgen ketahuan jantungnya bocor 0,7 sentimeter (7 mm). Kemudian dikasih obat jalan sama dokter," katanya.

Menurut Ifa, gejala yang dirasakan putrinya itu selain sesak nafas, juga detak jantungnya kencang. Khansa juga harus menjalani operasi. Hanya saja, berat badan Khansa diminta dinaikkan terlebih dulu hingga minimal 6 kg.

"Sekarang bobotnya sudah 5,8 kg," imbuh ibu rumah tangga ini.

Dokter berencana akan melakukan operasi pada Mei 2018 mendatang.

Sampai saat ini, Ifa dan Acep rutin membawa anaknya tersebut kontrol ke RSUD Moewardi Solo. Beruntung, Khansa sudah memiliki kartu BPJS sehingga biaya pengobatannya selama ini gratis. Hanya setiap kontrol masih membayar Rp 150 ribu ditambah biaya trasportasi.

"Kalau obatnya gratis. Sejak diketahui ada kelainan jantung, kami disarankan oleh dokter untuk ikut BPJS," lanjutnya.

Suaminya, Acep bekerja sebagai pedagang siomay di kompleks perkantoran terpadu Pemkab setiap sore hari menggunakan gerobak dorong. Sedangkan Ifa merupakan ibu rumah tangga. Anak pertama, Muhamad Hanif Marzuki, berumur 4 tahun dan kini sudah sekolah di PAUD.

Ifa pun mengaku rutin berkonsultasi dengan dokter jantung yang merawat putrinya tersebut. Kondisi Khansa saat ini batuk dan sesak nafas.

"Karena sesak nafas dikhawatirkan ke asma, jadi Mei nanti akan dioperasi walaupun bobotnya belum sampai 6 kg," lanjut dia.

Mengenai biaya operasi nantinya, Ifa tidak tahu apakah semuanya akan dicover oleh BPJS. Dia pun berharap, operasinya nanti berjalan lancar dan sakit yang diderita anaknya segera sembuh.

"Mudah-mudahan diberi kelancaran dalam operasinya nanti, biar cepat sembuh dan bisa seperti anak-anak yang lain. Soal biaya, saya serahkan kepada Allah. Mohon doanya saja, semoga operasinya nanti berjalan lancar," harapnya.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed