Ketemu Kader PDIP, Ganjar Singgung Pengelolaan Sampah di Dieng

Ketemu Kader PDIP, Ganjar Singgung Pengelolaan Sampah di Dieng

Uje Hartono - detikNews
Senin, 26 Mar 2018 16:11 WIB
Ketemu Kader PDIP, Ganjar Singgung Pengelolaan Sampah di Dieng
Ganjar Pranowo di Banjarnegara. Foto: Uje Hartono/detikcom
Banjarnegara - Persoalan sampah di kawasan wisata Dieng dinilai perlu ada penanganan khusus. Sebab, selama ini persoalan sampah di kawasan wisata Dieng masih berlarut-larut.

Hal ini disampaikan Calon Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat rapat kerja cabang khusus PDIP di Hotel Surya Yudha, Senin (26/3/2018). Menurutnya, jika sampah di kawasan wisata Dieng masih menjadi persoalan hingga saat ini. Padahal, keberadaan sampah bisa dikelola dan bisa dimanfaatkan warga.

"Selama ini masih menjadi masalah terkait sampah di kawasan wisata Dieng. Padahal jika bisa dikelola dengan baik justru bermanfaat bagi warga. Makanya harus dipikirkan untuk pengelolaan sampah di Dieng," tuturnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apalagi nantinya, potensi wisata yang ada di Banjarnegara ini terkena dampak pembangunan Bandara Jenderal Besar Soedirman di Purbalingga. Ganjar optimistis jika pembangunan bandara tersebut akan selesai tahun depan.

"Pak menteri sudah kontak dengan saya kira-kira hanya butuh waktu setahun saja," kata dia.

Menurutnya, dengan adanya bandara tersebut menjadi suntikan untuk mengembangkan potensi wisata di Banjarnegara. Sebab, selain memiliki potensi kuliner, budaya serta kesenian dengan fasilitas transportasi yang memadai akan memaksimalkan sektor pariwisata.

"Ada dataran tinggi Dieng lengkap dengan budaya seperti DCF (Dieng Culture Festival) atau tempat wisata lain di Banjarnegara seperti kebun binatang," ujarnya.

Untuk fasilitas lain, lanjutnya, ada upaya untuk menghidupkan kembali jalur kereta api Banyumas-Purbalingga-Banjarnegara-Wonosobo. Ia yakin hal ini akan menjadi dukungan untuk sektor wisata serta moda trasportasi massal yang bisa dikembangkan.

"Kalau untuk jalan, anggaran infrastruktur jalan kabupaten dinaikkan. Sedangkan jalan provinsi dan nasional biar saya yang mengurus. Tinggal mendorong pemanfaatan dana desa untuk infrastruktur," paparnya. (sip/sip)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads