DetikNews
Kamis 22 Maret 2018, 19:04 WIB

Sebelum Bunuh Diri, Mbah Wiharjo Tulis Keluhannya Ingin Mati

Akrom Hazami - detikNews
Sebelum Bunuh Diri, Mbah Wiharjo Tulis Keluhannya Ingin Mati Foto: Akrom Hazami/detikcom
Grobogan - Mbah Wiharjo Kusdi (73), ditemukann meninggal dunia, tersangkut sampah di tepi Sungai Lusi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Kamis (22/3/2018). Korban diduga bunuh diri, karena sebelum meninggal, terdapat tulisan mencurigakan di atas meja rumahnya.

Korban ditemukan di Sungai Lusi yang masuk wilayah Desa Kalangdosari, Kecamatan Ngaringan. Lokasi itu tak jauh dari rumah korban yang masuk Dusun Dosari, Desa Kalangdosari.

Kapolsek Ngaringan AKP Sumardi mengatakan, warga menemukan mayat di Sungai Lusi, Kamis siang. Dua orang warga menemukan tubuh renta itu. Keduanya juga kerabat korban yaitu Mustajab (22) dan Muh Komari.

"Kedua orang itu sedang mencari korban. Diketahui, semalaman, korban tidak pulang ke rumah. Mereka mencari korban di dalam rumah, ditemukan tulisan di atas meja berbunyi, timbang panas, luwih becik mati' yang ditulis menggunakan arang," katanya kepada wartawan di Grobogan.

Dari tulisan mencurigakan itu, mereka langsung mencari ke sejumlah tempat. Salah satunya dengan menyusuri aliran Sungai Lusi sebelah timur Bendung Dumpil. Mereka menduga jika korban bisa saja menceburkan diri ke sungai.

Akhirnya, mereka menyusuri sungai. Beberapa jam kemudian, pencarian mereka membuahkan hasil. Keduanya melihat tubuh korban di tepian sungai. Hal itu dilaporkannya kepada warga hingga ke pihak kepolisian.

Warga dan polisi langsung mengevakuasi korban dan dibawa ke Puskesmas Ngaringan untuk diperiksa. Korban selama ini tinggal sendiri. Sedangkan istrinya berada di Samarinda.

Sumardi menyatakan, pemeriksaan tim Inafis Polres Grobogan dan puskesmas, tidak ditemukan bekas penganiayaan. Korban dinyatakan meninggal tenggelam akibat tindakan bunuh diri.

"Tidak ada bekas kekerasan yang ditemukan. Korban bunuh diri ke dalam sungai," terangnya.

Tindakan bunuh diri selain diperkuat ada tulisan di meja rumahnya, serta barang bukti yang melekat pada tubuh korban. Yakni, sarung berisi tiga buah batu cukup besar yang diikatkan pada bagian leher korban.

"Korban dengan sengaja mengaitkan sarung berisi batu ke lehernya. Korban menyeburkan diri ke sungai dan akhirnya meninggal. Korban sudah kita serahkan pada pihak keluarganya untuk dimakamkan," pungkasnya.

Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Maryoto menyimpulkan jika korban murni bunuh diri. Di antaranya diperkuat dengan tulisan yang ada di rumahnya.

"Karena sebelum MD (meninggal dunia) telah menulis surat intinya hidup sudah tidak kuat, lebih baik mati," kata Maryoto melalui pesan tertulis kepada detikcom.

(bgs/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed