DetikNews
Kamis 22 Maret 2018, 16:34 WIB

1 Orang Meninggal karena Leptospirosis di DIY, Puluhan Suspect

Edzan Raharjo - detikNews
1 Orang Meninggal karena Leptospirosis di DIY, Puluhan Suspect Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajun Setyaningastutie. Foto: Edzan Raharjo/detikcom
Yogyakarta - Satu orang meninggal dunia akibat leptospirosis di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sedangkan puluhan orang lainnya dinyatakan suspect penyakit yang sering disebut juga kencing tikus ini.

"Yang satu (meninggal dunia) positif, yang satu (korban meninggal lainnya) masih dilakukan audit," kata Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajun Setyaningastutie di kompleks Kepatihan Yogyakarta, Kamis (22/3/2018).

Di tempat yang sama, Kasi Pengendalian Penyakit Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan DIY, Setyarini Hestu Lestari menambahkan bahwa sejak Januari 2018 sampai bulan ini terdapat 50 orang yang dinyatakan suspect Leptospirosis. Dari jumlah tersebut 13 orang di antaranya meninggal dunia.

Sebanyak 13 orang meninggal tersebut terdiri dari 6 orang di Bantul, satu di antaranya sudah dipastikan positif Leptospirosis. Kemudian di kota Yogyakarta ada 2 orang, di Kulon Progo ada 2 orang, Gunung Kidul ada 2 orang, dan di Sleman 1 orang.

"Suspect ada 50, meninggal ada 13. Tetapi kemudian yang sudah dilakukan audit baru 1 yang positif di Bantul," kata Setyarini Hestu.

Korban meninggal positif leptospirosis adalah petani berusia 53 tahun, warga Kecamatan Dlingo, Bantul, DIY.

Setyarini melanjutkan dari 50 orang suspect Leptospirosis tersebut, paling banyak terdapat di Bantul yakni sebanyak 27 orang. Kemudian disusul dari Kabupaten Gunung Kidul terdapat 8 orang suspect dan di Sleman ada 6 suspect dengan 1 orang meninggal dan masih dilakukan audit.

"Sawah banyak air, banyak tikus. Leptospirosis kebetulan semua menyerang petani," kata Setyarini.

Sementara untuk tahun 2017 kemarin, terjadi sebanyak 296 kasus leptospirosis di DIY. Sebanyak 20 orang yang dipastikan positif leptospirosis meninggal dunia. Di periode tersebut, terjadi paling banyak di Gunung Kidul.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed