DetikNews
Rabu 21 Maret 2018, 17:47 WIB

Pernah Ngaku Bosan Hidup, Kakek di Kudus Ini Tewas Gantung Diri

Akrom Hazami - detikNews
Pernah Ngaku Bosan Hidup, Kakek di Kudus Ini Tewas Gantung Diri Ilustrasi. Foto: Mindra Purnomo
Kudus - Seorang warga Kudus, Slamet Suparman (63) ditemukan tewas gantung diri di rumahnya. Sebelumnya, Slamet sempat mengaku bosan hidup.

"Ada orang meninggal dunia karena gantung diri dengan menggunakan seutas tali plastik, yang diketahui terjadi pada Rabu (21 Maret 2018)," kata Kapolsek Gebog AKP Muhaimin kepada Detikcom di Kudus, Rabu (21/3/2018).

Awalnya diketahui saat istri korban, Sukati (58) dan anaknya berusia 14 tahun berpamitan kepada korban untuk belanja di Pasar Besito. Saat itu, korban yang merupakan warga Dukuh Krajan RT 04 Rw 01, Desa Besito, Kecamatan Gebog, ini berada di rumah sendirian.

Beberapa saat kemudian, istri dan anaknya pulang dari pasar menuju ke rumah. Sesampainya di rumah, anaknya diminta menengok ayahnya.

"Betapa kaget mendapati korban dalam keadaan tergantung dengan seutas tali plastik warna kuning sepanjang lebih kurang 80 cm," terang Muhaimin.

Menurutnya, pada kusen pintu kamar dengan tinggi 240 cm tampak posisi tubuh korban bersandar di pintu dengan kaki bertumpu pada lantai. Melihat kondisi ayahnya, sang putra spontan berteriak histeris memanggil ibundanya.

Dengan tergopoh-gopoh, Sukati dan anaknya melihat orang tercintanya meninggal dunia. Mereka lantas berteriak minta tolong. Para tetangga sekitar segera pada berdatangan.

Setelah itu, warga membantu memindahkan korban ke atas kasur dan menghubungi perangkat desa setempat yang selanjutnya dilaporkan ke Polsek Gebog. Polisi dan medis tiba di lokasi.

Hasil pemeriksaan dokter dari Puskesmas Gribig dr. Setiti Marganing Rahayu bahwa terdapat bekas jeratan melingkar di leher korban.

"Tidak ada tanda-tanda bekas kekerasan. Adapun tinggi lantai sampai kusen 240 cm. Sedangkan tinggi korban 173 cm dengan panjang sekitar 80 cm," terangnya.

Menurut informasi dari Sukati kepada polisi, korban telah mengalami sakit komplikasi kurang lebih selama 1,5 tahun.

"Korban pernah bercerita kepada tetangga bahwa korban sudah bosan hidup akibat sakit yang dideritanya tersebut," kata Sukati di hadapan polisi di lokasi.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed