DetikNews
Rabu 21 Maret 2018, 16:06 WIB

KNKT: Pesawat Latih yang Jatuh di Cilacap dalam Kondisi Hancur

Arbi Anugrah - detikNews
KNKT: Pesawat Latih yang Jatuh di Cilacap dalam Kondisi Hancur Reruntuk pesawat di lokasi kejadian. (Foto: Arbi Anugrah/detikcom)
Cilacap - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mulai mengungkap penyebab jatuhnya pesawat latih yang jatuh di Bandara Tunggul Wulung. Pihak KNKT menyebut kerusakan parah terjadi pada pesawat naas tersebut sehingga banyak komponen yang hilang.

"Banyak yang hilang dan rusak, altimeter tidak ketemu, speed tidak ketemu, gas thorttle tidak ketemu. Yang ketemu stik saja atau setirnya pesawat. Apa bicara banyak stik ini? Tidak. Yang bicara ya antara lain kecepatannya berapa, tingginya berapa, itu yang bicara banyak. Tapi sampai detik ini belum ketemu. Hancur sudah. Hancur."

Hal tersebut disampikan oleh investigator KNKT, Chairudin, kepada wartawan saat memberikan keterangan pers di Gedung Emergency Operation Center (EOC), Bandara Tunggul Wulung Cilacap, Rabu (21/3/2018).

Baca juga: Pesawat Latih Celaka di Cilacap

KNKT: Pesawat Latih yang Jatuh di Cilacap dalam Kondisi HancurInvestigator KNKT memberikan keterangan. (Foto: Arbi Anugrah/detikcom)

Semua data yang bisa dikumpulkan di lokasi, kata dia, nantinya akan dilengkapi dengan data lain yang akan dikumpulkan. Di antaranya, apakah pilot pada malam harinya sebelum kejadian mengeluhkan sakit atau tidak, apakah ada kerusakan pada pesawat atau tidak.

"Saya belum bisa menyimpulkan kenapa terjadi kecelakaan. Undang-undang memberi waktu kami untuk membuat laporan komplit lengkap itu 12 bulan. Data ini akan kami bawa ke Jakarta, kita diskusikan dengan pakar-pakar yang lain," ujarnya.

KNKT: Pesawat Latih yang Jatuh di Cilacap dalam Kondisi HancurHanggar pesawat yang rusak diterjang pesawat yang jatuh. (Foto: Arbi Anugrah/detikcom)

Baca juga: Fakta-fakta di Balik Jatuhnya Pesawat Latih di Cilacap Kemarin

Dia juga mengatakan pembersihan di sekitar area kecelakaan bisa segera dilakukan. "Pembersihan area insyaallah nanti sore selesai, tergantung tingkatnya, kalau berat ya bisa lama. Kalau ini nanti sore atau besok pagi sudah selesai," ujarnya.
(mbr/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed