Mulyanto, sapaan akrabnya, memanfaatkan lembaran pelepah pisang yang telah mengering menjadi sebuah lukisan. Bisa menjadi lukisan karakter wajah, mulai dari tokoh negara, pahlawan, juga bisa dalam bentuk pemandangan alam.
"Biasanya saya buat karakter orang, tokoh-tokoh nasional, kalau ada yang pesan juga bisa wajah si pemesan, atau pemandangan juga sering," tuturnya, Selasa (20/3/18).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mulyanto menunjukkan salah satu karyanya. Foto: Arif Syaefudin/detikcom |
Bermodal lem dan cutter, karya bernilai jual tinggi ini bisa dihasilkan dari tangan seorang Sri Mulyanto. Perlu ketelitian khusus untuk memilah penggunaan antara warna terang dengan gelap.
"Yang susah ya pas cari pelepahnya. Kita pilah-pilah dulu warnaya dan harus benar-benar tepat. Terang dan gelap warna itu bisa mempengaruhi hasil gambarnya. Kalau soal jenis pelepah, sama saja semuanya yang penting warna," katanya.
Kepada detikcom, usaha kreatifnya itu sudah digeluti sejak 7 tahun silam. Bermula dari keisengannya yang saat itu menganggur, kemudian mencoba membuat sebuah karya dari sampah pelepah pisang.
"Awalnya banyak sampah pelepah pisang di dekat rumah, nah untuk mengurangi, saya coba bikin satu, ternyata bisa dan hasilnya lumayan. Saya belajar terus sampai sekarang insyaallah bisa gambar detik wajah," imbuh Mulyanto.
Ia mengaku karya hasil tangannya itu dijual mulai dari harga ratusan ribu hingga belasan juta rupiah, tergantung kerumitan gambar yang ia buat. Untuk membuat satu buah gambar, ia membutuhkan waktu paling cepat empat hari.
"Ya banyak yang beli dari karya saya yang sudah jadi, ada juga yang pesan sesuai permintaan masing-masing," katanya. (sip/sip)












































Mulyanto menunjukkan salah satu karyanya. Foto: Arif Syaefudin/detikcom