detikNews
Senin 19 Maret 2018, 19:46 WIB

Limbah B3 Rumah Sakit di Yogya Menumpuk Tak Diambil Pengolah

Edzan Raharjo - detikNews
Limbah B3 Rumah Sakit di Yogya Menumpuk Tak Diambil Pengolah Audiensi Pemprov DIY, DPRD DIY dengan Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI). Foto: Edzan Raharjo/detikcom
Yogyakarta - Limbah yang berasal dari rumah sakit kategori limbah B3 (limbah bahan berbahaya dan beracun) di Yogyakarta kini menumpuk. Hal ini karena pihak pengolah limbah yang bekerjasama dengan transporter menghentikan operasi karena kendala perizinan.

"Kemudian ini berdampak pda teman-teman di rumah sakit, limbah B3, (padahal) dalam kondisi tertentu 2X24 jam harus diangkut," kata Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajun Setyaningastutie pada audiensi dengan Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) DIY di DPRD DIY, Senin (19/3/2018).

Pembajun mengatakan masalah pengelolaan limbah B3 di DIY ini sudah terjadi selama beberapa bulan dan telah disampaikan ke Menteri Kesehatan. Pembahasan masalah limbah B3 juga telah disampaikan ke Gubernur DIY. Rumah sakit menurutnya, sudah melakukan pemilahan alat-alat atau bahan limbah medis dan non medis.

Namun masalah muncul karena izin pihak ke-3 dicabut karena tidak melaksanakan prosedur dengan baik. Karena persoalan limbah B3 rumah sakit ini, pihakya telah berkirim surat ke Kementrian Lingkungan Hidup.

DPRD DIY juga diminta untuk mengawalnya agar permasalahan limbah B3 segera terselesaikan. Untuk sementara, beberapa rumah sakit mengolah dengan menggunakan alat incinerator sendiri. Namun jumlah rumah sakit yang memiliki alat tersebut masih terbatas.

Ditambah lagi operasional alat ini juga membutuhkan perizinan dari Kementrian Lingkungan Hidup.

"Ini kondisi yang extraordinary sehingga solusi pun di luar aturan yang ada," katanya.

Menurutnya, Gubernur DIY telah mengirimkan surat kepada Bupati/ Walikota se-DIY untuk mengambil langkah antisipasi terkait hal tersebut.

Salah seorang perwakilan ARSSI DIY, Widodo menambahkan di rumah sakit yang dikelolanya saat ini limbahnya sudah mulai menumpuk. Hal ini memang dampak dari transpoter yang tidak lagi beroperasi.

"Jadi memang dalam rangka audit, perizinan dan sebagainya Kementerian Lingkungan Hidup memberhentikan operasional transpoter-transpoter ini. Nah ini giliran ini, tapi tidak diberikan solusi juga. Kami dibiarkan menumpuk limbah itu," keluh Widodo.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPRD DIY Yoeke Indra Agung Laksono mengatakan, rumah sakit di daerah sudah siap untuk melakukan langkah-langkah untuk pengelolaan limbah. Tetapi hal itu terganjal pada permasalahan izin. Dan izin tersebut berada di tingkat pemerintah pusat.

"Kami menawarkan nanti membawa data-data yang lengkap tentang jumlah limbah di DIY, kemudian kita dasari surat dari Dewan untuk kita berikan ke pemerintah pusat agar segera ada langkah-langkah," kata Yoeke saat menerima audiensi.

Gubernur DIY telah berkomitmen dengan mengeluarkan surat kepada Bupati/ Walikota se-DIY untuk mengambil langkah-langkah yang dimungkinkan tidak melanggar aturan. DPRD DIY meminta kepada Bupati dan Wali Kota di DIY untuk menindaklanjuti surat Gubernur DIY tersebut.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com