detikNews
Senin 19 Maret 2018, 12:33 WIB

Bupati Mamberamo Tengah Cari Tukang Batu Hingga ke Magelang

Pertiwi - detikNews
Bupati Mamberamo Tengah Cari Tukang Batu Hingga ke Magelang Ricky Ham Pagawak bersama warga Magelang (Foto: Pertiwi/detikcom)
Kabupaten Magelang - Bupati Mamberamo Tengah, Provinsi Papua, Ricky Ham Pagawak, rela datang jauh-jauh ke lereng Merbabu, tepatnya di Dusun Ngipik, Desa Tegalsari, Candimulyo, Kabupaten Magelang. Tujuannya ingin merekrut para tukang batu untuk membangun daerahnya.

"Kerjasama ini dimaksudkan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur guna menunjang akses trasnportasi antar distrik di wilayah Indonesia Bagian Timur," ujar Ricky, di sela kunjungannya ke Desa Tegalsari, Senin (19/3/2018).

Dia menyebutkan, sampai saat ini sudah ada lebih dari 150 orang warga Magelang yang menjadi tukang dan buruh bangunan di Mamberamo Tengah. "Tapi dibutuhkan lebih banyak lagi tenaga kerja supaya proyek infrastruktur cepat selesai," katanya.

Infrastruktur di daerahnya, lanjut Ricky, sangat sulit. Pembangunan terhalang dengan akses transportasi sehingga harga semen mencapai Rp 1.900.000, belum harga material lain serta kebutuhan pokok mencapai sepuluh hingga dua puluh kali lipat dengan harga di Pulau Jawa.

"Tingginya harga-harga tersebut tentunya harus diimbangi dengan tenaga tukang dan buruh bangunan yang harus terampil serta tepat waktu sehingga hasil yang diciptakan seimbang dengan kualitas bangunan yang dihasilkan," terang Ricky.

Dia pun mengakui kualitas para tukang dari Magelang, khususnya dari Desa Tegalsari, Candimulyo, yang berada di lereng Gunung Merbabu tersebut.

"Tukang (batu) dari Magelang ini menjadi salah satu andalan karena hasilnya yang maksimal serta baik. Dari kualitas bangunan maupun kerapian. Sehingga kami sangat menyambut kerjasama di bidang infrastruktur dengan masyarakat dari Magelang ini," imbuhnya.

Mutaqimah, istri dari salah satu tukang bangunan mengaku sangat senang suaminya bisa ikut andil dalam pembangunan di wilayah Indonesia Timur. Meski sudah selama tujuh bulan tidak bertemu, namun hasilnya cukup memuaskan.

"Di sana kan setiap hari digaji Rp 200 ribu kalau dengan lembur bisa mencapai Rp 400 ribu per harinya, sehingga apa yang didapat dari sana bisa buat usaha kecil-kecilan di Magelang," katanya.
(mbr/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed