detikNews
Jumat 16 Maret 2018, 20:54 WIB

Polres Boyolali Tes Keaslian Telur Aduan Warga, Ini Hasilnya

Ragil Ajiyanto - detikNews
Polres Boyolali Tes Keaslian Telur Aduan Warga, Ini Hasilnya Uji keaslian telur di Polres Boyolali (Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom)
Boyolali - Polres Boyolali bekerjasama dengan Balai Veteriner Kelas A Boyolali, menindaklanjuti laporan tentang adanya dugaan peredaran telur palsu. Sampel telur yang diduga palsu itu diteliti. Bagaimana hasilnya?

"Kami mendapat pengaduan dari masyarakat yang curiga dengan telur yang dibelinya di sebuah toko modern. Saat coba dimasak, dia ingat dengan broadcast dari medsos yang dia terima, kok ada kesamaan ciri-cirinya. Kemudian yang bersangkutan datang ke Polres Boyolali untuk melaporkan bahwa dia masih ragu dengan telur tersebut, asli atau palsu," kata Kasat Reskrim Polres Boyolali AKP Willy Budiyanto, Jumat (16/3/2018).

Dijelaskan, warga yang melapor itu juga menyampaikan sampel telur yang diduga palsu. Setelah mendapat pengaduan dari warga bernama Sri teguh Widiarto, warga Kadireso, Teras, Boyolali, pihaknya langsung menghubungi Balai Veteriner kelas A Boyolali, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jateng.

"Atas perintah dari Kapolres Boyolali, kami berkoordinasi dengan Balai Veteriner kelas A Boyolali. Telur dari pelapor kami bawa kesana untuk diuji laboratorium," ujarnya.

Hasil uji laboratorium, jelas dia, ternyata telur tersebut asli.

"Kami jamin di Boyolali tidak ada telur palsu dan broadcast tentang telur palsu yang beredar di medsos itu hoax," tandas Willy.

Sementara itu Kepala Balai Veteriner kelas A Boyolali, Saiful Latief, menjelaskan bahwa sampai saat ini telur belum bisa dipalsukan. Sampai saat ini belum ada teknologi manusia yang bisa membuat kulit dan isi telur.

"Kulit telur ada 4 lapisan, itu belum bisa dipalsukan. Kami juga ada referensi dari para ahli, profesor bahwa sampai saat ini belum ada teknologi untuk memalsu baik kulit maupun isi telur," jelas Saiful.

Disamping itu, lanjut Saiful, secara nilai ekonomi membuat telur palsu juga lebih mahal biayanya. Sehingga, dengan harga telur yang murah maka dengan memalsukannya justru akan rugi.

"Secara nilai ekonomis, kalau memalsu (telur) itu umpama terjadi pasti lebih mahal," kata dia.

Lebih lanjut, Saiful menjelaskan tentang ciri-ciri telur yang masih bagus. Pertama, telur yang normal memiliki kulit yang bersih, halus dan mengkilat. Kemudian kedua, di dalam telur ada kantong udara, jika masih bagus maka panjangnya kantung udara itu di bawah setengah centimeter. "Semakin luas, semakin jelek," papar dia.

Ciri ketiga, telur yang bagus jika dimasukkan ke air garam 10 persen, maka akan tenggelam. Sedangkan yang mengapung, telur itu sudah jelek. Ke empat, telur yang masih mentah saat dibelah maka kuning telurnya akan bulat dengan garus jelas di dalam putih telur. Jika sudah encer, maka kualitas telur sudah tidak bagus.

"Semakin lama disimpan, akan semakin encer. Telur disimpan di ruangan itu hanya mampu dua pekan, kalau di taruh dalam kulkas bisa sampai satu bulan," kata Saiful.
(mbr/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com