Ketika Ribuan Orang Ramai-ramai Minum Jamu di Alun-alun Cilacap

Arbi Anugrah - detikNews
Jumat, 16 Mar 2018 10:53 WIB
Minum jamu ramai-ramai di Cilacap. Foto: Arbi Anugrah/detikcom
Cilacap - Menyambut hari jadi ke-162 Kabupaten Cilacap, sebanyak 20.188 orang melakukan aksi minum jamu massal di alun-alun Kota Cilacap. Aksi minum jamu masal ini merupakan tonggak awal jamu di Cilacap yang legal tanpa Bahan Kimia Obat (BKO).

"Dengan minum jamu massal ini harapannya jadi tonggak awal agar jamu Cilacap legal tanpa BKO, maju dan tumbuh kembali seperti dulu, Karena jamu bagi kita adalah masa depan bukan masa lalu," kata Ketua Perkumpulan Pelaku Jamu Alami Indonesia (PPJAI), Mukit Hendratno kepada wartawan usai acara minum jamu massal, Jumat (16/3/2018).

Menurut dia, perkembangan produksi jamu di Cilacap sudah semakin membaik. Di mana sudah adanya UKOT (usaha kecil obat tradisional) yang dikeluarkan Dinkes dan TR (obat tradisional produksi dalam negeri) yang dikeluarkan oleh Badan Pom.

"5 industri di Cilacap dan 9 di Barlingmascakeb sudah mulai dan itu sudah mulai memproduksi jamu-jamu legal tidak berbahan kimia dan tidak mengandung campuran berbahaya," ujarnya.

PPJAI menurutnya menjadi pihak penting untuk mengontrol produsen jamu nakal.

"Organisasi ini dibentuk untuk mengontrol dan kita ada fakta integritas yang isinya tidak mencampuri dengan bahan kimia obat. Anggota kami sekitar 70 semi industri serta industri kecil sekitar 9 tersebar di Barlingmascakeb bukan hanya Cilacap," jelasnya.

Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Semarang, Endang Pudjiwati yang hadir dalam kegiatan tersebut menambahkan jika pihaknya sangat menyambut baik upaya PPJAI membuat masyarakat agar terbiasa minum jamu. Dia juga tetap berharap ada komitmen menjaga jamu tradisional yang bermutu.

Ramai-ramai minum jamu di Cilacap. Ramai-ramai minum jamu di Cilacap. Foto: Arbi Anugrah/detikcom


"Kami harapkan tetap komitmen untuk memproduksi jamu atau obat tradisional yang aman bermanfaat dan bermutu. Karena itu syarat utama untuk produk obat tradisional, karena tidak boleh menambah bahan kimia obat," jelasnya.

Dia mengatakan jika pihaknya akan membantu dan mendampingi pengusaha jamu yang tetap menjaga komitmen itu.

"Kami siap untuk memberikan pendampingan, mendampingi dalam proses registrasi dan kami memberikan bantuan uji laboratorium secara gratis untuk UMKM obat tradisional. Dan harapan untuk pemerintah daerah juga agar melakukan pembinaan terus semoga mereka bisa berkembang dengan baik dan maju kedepannya," jelas Endang.

Meskipun demikian, pihaknya akan tetap terus menindak para produsen jamu yang mengandung bahan kimia obat dan merugikan masyarakat.

"Sudah ada tim satgas pemberantasan obat dan makanan ilegal termasuk jamu," tuturnya.

Dalam kegiatan yang diikuti para pelajar di Kabupaten Cilacap itu juga dicatat di Rekor Muri Indonesia. Tercatat dalam kegiatan minum jamu secara serentak di Kabupaten Cilacap ini diikuti 20.188 peserta. Angka ini disebut menumbangkan rekor Kabupaten Sukoharjo sebanyak 15.000 peserta pada 23 November 2012. (arb/sip)