Namun Ganjar menolak pemberian tanaman bonsai dari penggemar bonsai. Karena hal itu bisa masuk sebuah gratifikasi.
"Saya minta viralkan karya berapa bonsai yang bagus ini melalui media sosial, melalui media konvensional maupun online, agar kemudian dunia bisa melihat yang ada di Indonesia," kata Ganjar usai dialog dengan para pengurus Persatuan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Jawa Tengah dan Semarang di Griya Puspita Sari, Desa Kemloko, Bergas Kidul, Kabupaten Semarang, Rabu (14/3/2018).
Dialog yang berlangsung di rumah Ketua PPBI Kabupaten Semarang Sarno Kosasih tersebut dihadiri perwakilan pengurus dari Kota Semarang, Kendal maupun Wonosobo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebenarnya ini bagian dari ekonomi kreatif yang sangat menarik, dengan harga jual yang saya shock mendengarnya, maka ini potensi ekonomi luar biasa. Dan ternyata kalau kita melihat kawasan yang ada di sini, rumah yang ada di sini hasil karya dari bonsai, Anda bisa nilai sendiri," tuturnya.
Calon Gubernur yang diusung PDI Perjuangan, Nasdem, PPP, Demokrat tersebut menyebutkan, rangkaian dari bisnis bonsai ternyata luar biasa.
"Tidak hanya mencari materialnya, pohonnya, ternyata bagaimana cara merawat, ilmu pengetahuannya, mbayarnya sampai untuk landskap pertamanannya. Bahkan tadi ahli merawat saja sehari bisa dibayar Rp500 ribu sampai Rp1 juta per hari, maka ini sebenarnya bagian dari industri kreatif yang bisa kita dorong untuk mengajak anak-anak generasi baru, generasi muda yang mau mencari kerja untuk bisa berwirausaha dengan bonsai. Asosiasinya bagus, tinggal sekarang kita duniakan," ujar Ganjar.
Sebelum melanjutkan agenda lainnya, Ganjar sempat diberi kenang-kenangan berupa bonsai beringin korea kompakta. Kenang-kenangan tersebut diserahkan Sarno Kosasih. Namun, Ganjar dengan halus menolak pemberian bonsai tersebut yang dianggapnya sebagai gratifikasi.
Untuk itu, ia pun hanya mau berfoto dengan bonsai kenang-kenangannya, kemudian meninggalkan di rumah tersebut.
Sarno Kosasih mengakui, beringin korea kompakta yang menjadi koleksinya cuma satu dan langka untuk kenang-kenangan. Bahkan jauh sebelumnya telah menjadi angan-angannya untuk memberikan kenang-kenangan tersebut kepada Ganjar.
"Jane yo gelo, sebetulnya kita sudah diangan-angan karena suatu kenangan. Nuwun sewu, kayak jenengan tak kasih sesuatu, kecuali kalau jumlahnya pas-pasan. Jumlah saya banyak, ini jumlah saya bukan sedikit, maaf tidak kurang dari 300 bonsai," tuturnya. (bgs/bgs)











































