DetikNews
Rabu 14 Maret 2018, 20:09 WIB

Pilgub Jateng 2018

Ganjar Ajak Penggemar Bonsai Viralkan Karyanya

Eko Susanto - detikNews
Ganjar Ajak Penggemar Bonsai Viralkan Karyanya Foto: Eko Susanto/detikcom
Semarang - Calon Gubernur Jawa Tengah nomer urut 1, Ganjar Pranowo bertemu dengan para penggemar bonsai di Kabupaten Semarang. Ia meminta karya bonsai yang bagus diviralkan melalui media sosial (Medsos), konvensional maupun online.

Namun Ganjar menolak pemberian tanaman bonsai dari penggemar bonsai. Karena hal itu bisa masuk sebuah gratifikasi.

"Saya minta viralkan karya berapa bonsai yang bagus ini melalui media sosial, melalui media konvensional maupun online, agar kemudian dunia bisa melihat yang ada di Indonesia," kata Ganjar usai dialog dengan para pengurus Persatuan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Jawa Tengah dan Semarang di Griya Puspita Sari, Desa Kemloko, Bergas Kidul, Kabupaten Semarang, Rabu (14/3/2018).

Dialog yang berlangsung di rumah Ketua PPBI Kabupaten Semarang Sarno Kosasih tersebut dihadiri perwakilan pengurus dari Kota Semarang, Kendal maupun Wonosobo.

Soal bonsai, Ganjar menyebut, bonsai merupakan bagian dari ekonomi kreatif yang sangat menarik. Saat mendengar harga jualnya bonsai tersebut ia merasa shock atau terkaget.

"Sebenarnya ini bagian dari ekonomi kreatif yang sangat menarik, dengan harga jual yang saya shock mendengarnya, maka ini potensi ekonomi luar biasa. Dan ternyata kalau kita melihat kawasan yang ada di sini, rumah yang ada di sini hasil karya dari bonsai, Anda bisa nilai sendiri," tuturnya.

Calon Gubernur yang diusung PDI Perjuangan, Nasdem, PPP, Demokrat tersebut menyebutkan, rangkaian dari bisnis bonsai ternyata luar biasa.

"Tidak hanya mencari materialnya, pohonnya, ternyata bagaimana cara merawat, ilmu pengetahuannya, mbayarnya sampai untuk landskap pertamanannya. Bahkan tadi ahli merawat saja sehari bisa dibayar Rp500 ribu sampai Rp1 juta per hari, maka ini sebenarnya bagian dari industri kreatif yang bisa kita dorong untuk mengajak anak-anak generasi baru, generasi muda yang mau mencari kerja untuk bisa berwirausaha dengan bonsai. Asosiasinya bagus, tinggal sekarang kita duniakan," ujar Ganjar.

Sebelum melanjutkan agenda lainnya, Ganjar sempat diberi kenang-kenangan berupa bonsai beringin korea kompakta. Kenang-kenangan tersebut diserahkan Sarno Kosasih. Namun, Ganjar dengan halus menolak pemberian bonsai tersebut yang dianggapnya sebagai gratifikasi.

Untuk itu, ia pun hanya mau berfoto dengan bonsai kenang-kenangannya, kemudian meninggalkan di rumah tersebut.

Sarno Kosasih mengakui, beringin korea kompakta yang menjadi koleksinya cuma satu dan langka untuk kenang-kenangan. Bahkan jauh sebelumnya telah menjadi angan-angannya untuk memberikan kenang-kenangan tersebut kepada Ganjar.

"Jane yo gelo, sebetulnya kita sudah diangan-angan karena suatu kenangan. Nuwun sewu, kayak jenengan tak kasih sesuatu, kecuali kalau jumlahnya pas-pasan. Jumlah saya banyak, ini jumlah saya bukan sedikit, maaf tidak kurang dari 300 bonsai," tuturnya.
(bgs/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed