DetikNews
Selasa 13 Maret 2018, 18:27 WIB

Rekayasa Lalin Pembangunan Jalan Layang Manahan Solo Diubah

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Rekayasa Lalin Pembangunan Jalan Layang Manahan Solo Diubah Kemacetan di Pasar Nongko Solo, Selasa (13/3/2018). Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom
Solo - Pemerintah Kota Surakarta mengubah manajemen rekayasa lalu lintas terkait pembangunan jalan layang Manahan Solo. Pengaturan diubah karena selama dua hari ini kemacetan terjadi di Kota Solo.

Perubahan dilakukan di dua titik macet, yakni di perlintasan kereta api (KA) Purwosari dan perlintasan KA Pasar Nongko. Dua titik tersebut memang perlintasan terdekat dari Manahan.

Di Purwosari, perubahan dilakukan di Jalan Transito. Pengendara dari selatan tidak diperbolehkan ke utara langsung masuk ke Jalan Slamet Riyadi.

"Jadi harus lewat Jalan KH Samanhudi dulu, belok ke Jalan Agus Salim, baru masuk ke Jalan Slamet Riyadi," kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Surakarta, Hari Prihatno, usai rapat koordinasi di kantornya, Selasa (13/3/2018).

Selama 2 hari ini, pengendara dari Jalan Transito kesulitan masuk ke Jalan Slamet Riyadi karena jalannya sudah penuh kendaraan dari arah timur. Sedangkan dari Jalan Slamet Riyadi ke arah Jalan Transito boleh melintas seperti biasa.

Di titik macet Pasar Nongko, perubahan dilakukan di Jalan Hassanudin. Pengendara dari barat (Hotel Agas) dilarang melintas ke timur (Pasar Nongko) pada pukul 06.00-08.00 WIB.

"Pengendara kesulitan masuk belok ke kiri Jalan RM Said karena jalannya sudah padat kendaraan dari arah Mangkubumen. Setelah jam itu sudah boleh lewat," ujar Hari.

Dalam kesempatan yang sama, Kasatlantas Polresta Surakarta, Kompol Imam Safi'i, mengklaim lalu lintas Kota Solo masih cukup kondusif dalam 2 hari ini.

"Memang ada sedikit senggolan, karena memang lalu lintas sangat padat. Tapi belum ada kejadian kecelakaan," pungkasnya.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed