DetikNews
Selasa 13 Maret 2018, 18:10 WIB

Mimpi Ana, Gadis Difabel Grobogan yang Kini Punya Kaki Palsu

Akrom Hazami - detikNews
Mimpi Ana, Gadis Difabel Grobogan yang Kini Punya Kaki Palsu Foto: Akrom Hazami/detikcom
Grobogan - Hari ini merupakan hari terindah, bagi Siti Muayanah (18) warga Desa Bugel RT 2/RW 1, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Sebab salah satu mimpinya kini terwujud.

Ana, panggilannya, adalah gadis remaja dengan tangan dan kaki yang tidak normal. Gadis ini memimpikan punya kaki palsu. Biar dia bisa melangkah seperti orang pada umumnya.

Perusahaan bernama PT Siantar Wiretama Semarang memberinya kaki palsu untuknya. Sepasang kaki palsu itu dibuat oleh salah satu difabel dari Grobogan, Budi Santoso (23).

Didampingi sang ayah, Mualim (47), Ana menerima bantuan kaki palsu yang berjumlah sepasang itu. Budi datang ke rumahnya, Selasa (13/3/2018) siang hari.
Bantuan kaki palsu untuk AnaBantuan kaki palsu untuk Ana Foto: Akrom Hazami/detikcom

Mualim mewakili anaknya merasa senang dengan adanya bantuan tersebut. Nantinya dia akan membantu putrinya belajar biar nanti bisa sendiri.

"Terima kasih atas bantuan kaki palsunya, semoga bermanfaat untuk anak saya, Ana," kata Mualim dengan perasaan haru.

Ana juga tak mampu menyembunyikan rasa bahagianya. Apalagi saat kaki palsu itu dipasangkan ke kakinya. Dengan sabar, Budi mulai memasangkan kaki palsu.

Kaki Ana, selama ini untuk bagian kanan lebih pendek dibandingkan sebelah kiri. Dengan kedua tangannya tak berjari. Selama ini, Ana berjalan memaksimalkan kaki kirinya. Atau kadang juga berjalan dengan cara merangkak.

Adapun kaki palsu yang pertama dipasang oleh Budi adalah kaki kiri. Selama pemasangan kaki palsu sebelah kiri, Budi tak mengalami kendala. Semuanya berjalan lancar. Wajah Mualim, dan Ana memancarkan perasaan lega usai kaki kiri terpasang.

Setelah memastikan pemasangan kaki palsu sebelah kiri benar, barulah Budi ganti memasang kaki sebelah kanan. Beberapa kali percobaan di kaki kanan, tapi tak berhasil.

Budi yang telah berpengalaman dalam pemasangan kaki palsu sejenak memutar otak.

"Saya coba pakai krim perawat kulit biar lancar atau tak seret. Biar mudah saat masangnya," ucap Budi.

Ternyata itu ampuh. Karena kaki palsu sebelah kanan bisa lancar terpasang. Hal itu membuat lega Ana, ayahnya, dan warga yang hadir.
Kemudian, dengan bantuan Petugas Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Godong Dhanang dan salah satu anggota tim dari Budi Santoso, Ana mencoba menggunakan kaki palsu barunya.

Budi meminta Ana untuk berjalan pelan-pelan untuk mengetahui kualitas kaki palsu itu.

"Pelan-pelan saja dulu. Biar seimbang dulu," ucap Budi.

Ana dengan rasa percaya diri berupaya melangkahkan kaki palsunya dibantu petugas. Mereka memapahnya dengan memegangi lengan Ana.
Putri pasangan almarhumah Siti Amiyatun dan Mualim ini pelan-pelan berjalan. "Ngasoh sik, kesel (istirahat dulu, capek)," ucap Ana spontan.

Tak lama kemudian, Ana kembali memanfaatkan kaki palsunya untuk berjalan. Beberapa kali percobaan, berkali-kali gagal.

Budi menimpali, jika satu kaki palsu tentu lebih mudah memanfaatkan kaki palsunya. Dirinya mampu berjalan lancar sekitar dua bulan. "Kalau Mbak Ana mungkin sekitar dua bulan lebih baru lancar," terang Budi.

(bgs/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed