Ini yang Tersisa dari Bekas Kantor Bupati Semarang Masa Perjuangan

Eko Susanto - detikNews
Selasa, 13 Mar 2018 16:12 WIB
Foto: Eko Susanto/detikcom
Semarang - Pada masa Agresi militer Belanda II, pusat pemerintahan Kabupaten Semarang pernah berpindah dari Kanjengan menuju Desa Pager, Kecamatan Kaliwungu. Kini yang masih tersisa berupa tembok, bangunan dan prasasti.

Saat masa agresi militer Belanda tahun 1947-1950 tersebut, pemerintahan Kabupaten Semarang yang semula berada di Kanjengan (sekarang masuk wilayah Kota Semarang), berpindah menuju Desa Pager, Kecamatan Kaliwungu (dulunya Kecamatan Susukan). Kantor Bupati Semarang kemudian menempati rumah Kepala Desa Pager, Singa Wiredja.

"Saat masa agresi militer Belanda II, pusat pemerintahan Kabupaten Semarang sempat berpindah di rumah ini. Sekarang, kami yang menghuni rumah ini," kata Ahmad Toriq K (47), menantu Sri Rujuk Kuncorowati (76), Selasa (13/3/2018).

Pada masa tersebut, kata Ahmad Toriq, ketika itu Bupati Semarang dijabat Soemardjito. Selain kantor bupati, katanya, seperti kantor kepolisian, kantor jawatan sosial dan kependidikan juga ikut pindah ke Dusun Karangkepoh, Desa Pager, Kecamatan Kaliwungu.

"Kemudian pada masa Bupati Semarang Iswarto tahun 1969-1979 dibuatlah prasasti. Prasasti dibuat berupa tugu di persimpangan jalan," tuturnya seraya menyebut Desa Pager berbatasan dengan Kecamatan Kota, Kabupaten Boyolali.

Sebelumnya rumah tersebut dihuni almarhum Siswo Martono. Kemudian, saat ini dihuni istrinya, Sri Rujuk Kuncorowati (76) dengan menantu Ahmad Toriq dan anaknya, Endang S (40). Adapun bangunan bekas kantor Bupati Semarang yang hingga sekarang masih dipertahankan meliputi tembok bagian samping dan depan. Kemudian, bangunan ruang tengah yang dipenuhi gembyok, lumpang dari batu dan meja serta kursi.

"Gebyok, pintu maupun meja dan kursi ini masih asli peninggalan dari dulu. Kemudian tembok samping dan depan masih asli," kata Sri Rujuk Kuncorowati yang biasa dipanggil Mbah Siswo Martono.

Kemudian setiap memperingati rangkaian HUT Kabupaten Semarang, kegiatan diawali di daerah ini. Seperti halnya dilangsungkan Kirab Merti Bumi Serasi yang dilepas Wakil Bupati Semarang Ngesti Nugraha dalam rangkaian HUT ke-497 Kabupaten Semarang. Kirab yang mengusung hasil bumi tersebut star dari bekas Kantor Bupati Semarang di Desa Pager, Kecamatan Kaliwungu kemudian keliling melalui 12 kecamatan dari 19 kecamatan yang ada.

Untuk 12 kecamatan yang dilewati tersebut antara lain Kecamatan Susukan, Tengaran, Getasan, Banyubiru, Jambu, Sumowono dan Bandungan. Berikutnya, melewati Bandungan, Ambarawa, Bawen, Bergas dan Ungaran Barat.

"Nanti sepanjang wilayah yang dilewati tersebut, warga masyarakat akan memberikan hasil bumi. Kemudian, pada tanggal 14 Maret 2018 sekitar pukul 14.00 WIB, dilakukan doa bersama. Kemudian, setelah didoakan keesokannya hasil bumi berupa gunungan tersebut diperebutkan," kata Sarwoto, Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Semarang.

(bgs/bgs)