DetikNews
Selasa 13 Maret 2018, 15:17 WIB

Umat Hindu Boyolali Siapkan 2 Ogoh-ogoh untuk Hari Raya Nyepi

Ragil Ajiyanto - detikNews
Umat Hindu Boyolali Siapkan 2 Ogoh-ogoh untuk Hari Raya Nyepi Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom
Boyolali - Umat Hindu akan melaksanakan hari raya Nyepi yang jatuh pada 17 Maret mendatang. Berbagai rangkaian prosesi peringatan hari raya nyepi, telah dilaksanakan.

Umat Hindu di Boyolali, Jawa Tengah menyiapkan 2 Ogoh-ogoh berukuran cukup besar. Ogoh-ogoh itu disiapkan di Desa Karanganyar, Kecamatan Musuk, Boyolali sebagai simbol kejahatan itu akan ditampilkan jelang perayaan Nyepi di desa setempat.

"Pembuatan Ogoh-ogoh ini adalah bagian dari rangkaian Hari Raya Nyepi. Ogoh-ogoh ini akan ditampilkan dalam perayaan menyambut Hari Raya Nyepi, Tawur Kesongo 1940 Saka yaitu sehari menjelang Hari Raya Nyepi," kata Sunarto, Ketua Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kecamatan Musuk, Boyolali di Pura Bhuana Puja, Dukuh Ragung Gede, Desa Karanganyar, Kecamatan Musuk, Selasa (13/3/2018).
Pembuatan ogoh-ogoh di Pura Bhuana Puja BoyolaliPembuatan ogoh-ogoh di Pura Bhuana Puja Boyolali Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom

Ada dua Ogoh-ogoh yang dibuat pemuda-pemudi Hindu di Pura Bhuana Puja desa setempat. Kedua Ogoh-ogoh itu masing-masing tingginya sekitar 3,5 meter. Satu Ogoh-ogoh menggambarkan sosok naga berbadan manusia dan satunya lagi menggambarkan perempuan raksasa dengan gigi bertaring.

"Maksud dan tujuan, Ogoh-ogoh ini sebagai simbul raksasa atau simbol kejahatan. Bahwa kejahatan wajib dikendalikan oleh semua manusia," jelasnya.

Ogoh-ogoh itu akan dipentaskan pada Jumat (16/3/2018) sore diawali dengan upacara bhuta yadnya di pura tersebut. Setelah upacara bhuta yadnya, berbagai rangkaian sesaji ditempatkan di perempatan desa setempat.

Selanjutnya, dilakukan pawai Ogoh-ogoh yang diikuti umat Hindu berkeliling Dukuh Tagung Gede dan Wonodadi, Desa Karanganyar. Pawai berakhir di lapangan desa setempat dan disambut tari-tarian, antara lain tari gambyong dan juga akan dilakukan peluncuran lampion.

"Setelah selesai, Ogoh-ogoh ini akan dibakar sebagai simbol membakar kejahatan," katanya.
(bgs/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed