DetikNews
Senin 12 Maret 2018, 18:25 WIB

Khusyuk, Ratusan Umat Hindu Jalani Upacara Mendhak Tirta di Boyolali

Ragil Ajiyanto - detikNews
Khusyuk, Ratusan Umat Hindu Jalani Upacara Mendhak Tirta di Boyolali Upacara Mendhak Tirta di Boyolali. Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom
Boyolali - Ratusan umat Hindu Boyolali dan sekitarnya mengikuti upacara Mendhak Tirta atau Melasthi. Upacara pengambilan amerta atau air suci kehidupan berlangsung hari ini.

Upacara Mendhak Tirta yang merupakan rangkaian dari perayaan Hari Raya Nyepi itu dilaksanakan di Umbul Siraman Dalem, kompleks Umbul Pengging, Kecamatan Banyudono, Boyolali. Air suci dari umbul ini akan diguanakan dalam upacara Tawur Agung di pelataran Candi Prambanan.

Rangkaian upacara diawali dengan kirab dari Pura Bhuana Suci Saraswati di Desa Ngaru-aru, Kecamatan Banyudono menuju Umbul Pengging, sejauh sekitar 1 km. Ratusan umat Hindu dari Boyolali, Surakarta dan Sukoharjo dengan berpakaian adat khas Hindu dengan bunga di telinga, mengikuti kirab ini dengan pengawalan petugas kepolisian.

"Mendhak Tirta adalah salah satu rangkaian pelaksanaan Hari Raya Besar Hindu yaitu Nyepi," kata Pinandita Sutarto, rohaniawan PHDI (Parisada Hindu Dharma Indonesia) Boyolali ditemui di lokasi acara Senin (12/3/2018).

Upacara Mendhak Tirta di Boyolali.Upacara Mendhak Tirta di Boyolali. Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom

Dijelaskan, Mendhak Tirta jika di wilayah dekat dengan lautan maka disebut dengan istilah Melasthi. Namun karena di Boyolali tidak ada laut, maka dicari sumber mata air.

"Nah di Pengging (Umbul Pengging) inilah kita anggap memiliki nilai sakral, dan umbul inilah memiliki nilai sejarah yang luhur dan suci," katanya.

Air yang diambil dari Umbul Siraman Dalem tersebut akan digunakan sebagai sarana dalam acara Tawur Agung, di pelataran Candi Prambanan. Sebelum digunakan untuk Tawur Agung, air suci yang diambil dari Umbul tersebut akan disemayamkan terlebih dahulu di Candi Ratu Boko.

Upacara Mendhak Tirta di Boyolali.Upacara Mendhak Tirta di Boyolali. Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom

"Kemudian pagi harinya kita arak menuju pelataram Candi Prambanan. Itulah makna dari Mendhak Tirta secara lahiriah," jelasnya.

Sedangkan secara batiniah, lanjut Sutarto, mendhak Tirta adalah mengambil amerta. Air kehidupan atau air pensucian.

"Dimana menurut ajaran agama Hindu, air adalah sebagai wahana pembersihan dan pensucian dimana segala noda dosa yang disandang manusia, dengan mendapatkan tirta yang sudah disucikan ini akan lepas dari belenggu karma itu. Dengan harapan, nanti masuk dalam dunia perenungan yakni meditasi dalam Hari Raya Nyepi, disitulah suci lahir batin," ujar dia.

Upacara Mendhak Tirta di Boyolali.Upacara Mendhak Tirta di Boyolali. Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom

"Dan setelah selesai Nyepi, maka kita mengarungi kehidupan yang baru dengan segala sesuatu baru juga, sehingga apa yang kita pikirkan, wacanakan, kita lakukan dilandasi dengan nilai-nilan kesucian," pungkasnya.

Ketua Panitia upacara Mendhak Tirta, Heru Kuncoro, menambahkan upacara ini diikuti tak hanya dari umat Hindu di Boyolali saja. Namun juga dari daerah lain, seperti Surakarta dan Sukoharjo.

Prosesi kirab upacara mendhak tirta ini pun menjadi perhatian masyarakat di jalan yang dilalui. Sebagian masyarakat pun mengabadikan upacara itu dengan menggunakan kamera di telepon selulernya.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed