Bikin Bingung, Gapura di Rembang Ini Tak Sesuai Alur Jalan

Arif Syaefudin - detikNews
Senin, 12 Mar 2018 17:08 WIB
Foto: Arif Syaefudin/detikcom
Rembang - Sebuah gapura jalan yang berada di RT 7/RW 4 Desa Balongmulyo Kecamatan Kragan, Rembang, mengundang perhatian warga. Sebab, posisi gapura tersebut tidak berada posisi yang pada umumnya.

Biasanya bangunan gapura berdiri sebagai penanda jalan masuk menuju suatu tempat seperti kampung, dusun atau desa. Diantara bangunan gapura atau yang ada ditengahnya biasanya adalah jalan.

Namun gapura yang ada di RT 7/RW 4 Desa Balongmulya menyimpang dari lajur jalan atau di sebelah jalan. Gapura itu dibangun di atas tanah kosong, tepat di sebelah jalan yang harusnya dilintasi. Padahal, pada umumnya gapura berada posisi di tengah badan jalan sebagai tanda masuk suatu wilayah.


Sutono, warga Desa setempat menyebutkan, keberadaan gapura tersebut memang kerap membuat warga bingung. Terlebih warga pendatang yang baru melintasi di lokasi tersebut rawan salah masuk gang.

"Ya memang kondisinya seperti itu, gapuranya dibangun bukan ditengah jalan, tapi malah di sebelah barat jalan. Memang bahaya, tapi alhamdulillah selama ini tidak ada pengguna jalan yang terperosok, karena kebetulan tepat setelah gapura itu ketinggian tanahnya berbeda, sekitar 2 meter," paparnya saat ditemui, Senin (12/3/18).

Kondisi makin berbahaya ketika malam hari, di sekitar lokasi tidak dilengkapi dengan fasilitas penerangan jalan yang memadahi. Beruntung jalanan tersebut hanya sering dilewati warga sekitar yang sudah hafal jalan.


Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Balongmulyo, Dari Darnawan menyebutkan, pembangunan gapura tersebut memang disengaja oleh pihak desa. Sebab, pihaknya telah merencanakan pembuatan jalan baru tepat di bawah gapura baru.

"Jadi sebenarnya kita sudah berencana membuat jalan baru, masuk desa. Jadi jalan yang saat ini dilintasi warga ini, akan diganti dengan pembuatan jalan baru, yang posisinya tepat di bawah gapura," jelas KDari Darnawan saat ditemui di kantornya.

Ia mengatakan, gapura tersebut baru dibangun pada bulan Agustus tahun 2017 kemarin. Sedangkan pembangunan jalan diprediksi baru terealisasi pada akhir tahun 2018. Ia mengaku pembuatan jalan baru tersebut dalam rangka menunjang sarana menuju pantai Balongmulyo yang tengah direpresentasikan sebagai wana wisata baru di Rembang.

"Pembuatan gapura sudah masuk dalam perencanaan pembangunan tahun 2017 kemarin, sedangkan jalan kemungkinan baru terealisasi tahun ini. Sehingga, daripada kerja dua kali buat gapura, biar sekalian dibangun pas di lokasi jalan baru," pungkasnya. (bgs/bgs)