DetikNews
Minggu 11 Maret 2018, 15:01 WIB

Begini Kronologi Kecelakaan Tank yang Tewaskan 2 Orang di Purworejo

Bagus Kurniawan - detikNews
Begini Kronologi Kecelakaan Tank yang Tewaskan 2 Orang di Purworejo Salah seorang kerabat korban menunjukan foto pelajar PAUD yang sedang menaiki Tank milik TNI sebelum tenggelam di Purworejo, Jateng, Rabu (10/3). Foto: ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/pras/18.
Purworejo - Salah seorang guru TK Siwipeni, Anggi menjadi peserta outbond bersama rombongan PAUD Ananda yang tertimpa musibah kecelakaan tank di Sungai Bogowonto, Kabupaten Purworejo kemarin. Anggi sendiri tengah menunggu giliran naik tank bersama rombongan siswa TK Siwipeni karena mendapatkan nomor urut setelah PAUD Ananda.

Anggi menuturkan, kegiatan outbond yang berlangsung Sabtu (10/3) diikuti oleh TK dan PAUD yang masuk dalam Gugus Cempaka.

"Ada 2 TK dan 3 PAUD yang ikut outbond, termasuk PAUD Ananda dan TK Siwipeni," jelas Anggi di sela takziah ke rumah duka Iswandari, Minggu (11/3/2018).


Rencana outbond itu sendiri sudah diwacanakan sejak bulan Januari lalu. Perwakilan gugus Cempaka kemudian mengajukan surat permohonan kunjungan ke Yonif Mekanis Raider 412/6/2 Kostrad.

"Permohonan kunjungan sebenarnya sudah sejak bulan Januari tapi disetujui 10 Maret kemarin. Rencananya cuma lihat-lihat saja, tapi sama komandannya diajak naik tank sekalian," ungkap Anggi.

Sabtu (10/3) 07.30 WIB

Dia menyebutkan, kunjungan ke Yonif Mekanis Raider 412/6/2 Kostrad diawali sekitar pukul 07.30 WIB. Saat itu, puluhan siswa TK dan PAUD beserta orangtua dan guru pendamping dijemput oleh 2 unit truk dari Yonif 412.

"Kami berkumpul dan dijemput di Kelurahan Mranti, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo. Ada 2 truk yang menjemput," terangnya.

Pukul 08.00 WIB

Seluruh rombongan TK dan PAUD di bawah gugus Cempaka tiba di markas Yonif 412 pada pukul 08.00 WIB. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan berkeliling markas, berfoto, hingga mencoba naik simulator helikopter. Anak-anak tersebut juga sempat mengikuti outbond di bawah arahan anggota TNI.


Pukul 10.00 WIB


Hari beranjak siang, rombongan beralih ke lapangan yang tidak jauh dari markas, untuk mencoba kendaraan tank jenis M113 pada pukul 10.00 WIB.

Karena banyaknya peserta, rombongan kemudian dibagi ke dalam beberapa kloter.

"Untuk TK Siwipeni masuk ke kloter kedua, kami menunggu urutan naik tank setelah PAUD Ananda," katanya.

Sekitar Pukul 10.15 WIB

Baru beberapa menit menunggu, Anggi mendapatkan informasi bahwa tank yang mengangkut rombongan PAUD Ananda mengalami musibah.

"Kami panik mendengar informasi tersebut, tapi tidak bisa apa-apa karena kami bawa 35 anak," urai Anggi.

Belakangan, Anggi mendapatkan kabar bahwa Iswandari yang juga kepala PAUD Ananda meninggal dunia karena musibah tersebut. Ibu 2 anak itu juga diketahui sempat ikut menyelamatkan anak didiknya sebelum menghembuskan nafas terakhir.

"Bu Iswandari sempat ikut menyelamatkan anak-anak yang hanyut juga. Namun karena beliau punya riwayat penyakit asma, mungkin kecapekan sehingga meninggal dunia di rumah sakit," katanya.

Sementara itu, Nurin, salah seorang anak Iswandari membenarkan jika ibunya memiliki riwayat gangguan pernafasan.

"Iya, pernafasan memang agak sakit," ujarnya.
Menurutnya, Iswandari juga merupakan sosok yang selalu suka dengan anak-anak. Tidak hanya di sekolah, namun juga di luar sekolah.

"Ibu memang selalu suka sama anak-anak. Di luar sekolah juga suka mendampingi," katanya.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed