DetikNews
Minggu 11 Maret 2018, 08:15 WIB

Kesaksian Korban Selamat Tank Tenggelam di Sungai Bogowonto

Bagus Kurniawan - detikNews
Kesaksian Korban Selamat Tank Tenggelam di Sungai Bogowonto Salah seorang korban tank tenggelam masih dirawat di RSUD dr Tjitro Wardoyo, Purworejo, Sabtu (10/3). Foto: Istimewa/detikcom
Purworejo - Seorang korban selamat dari tenggelamnya tank M113 di Sungai Bogowonto, Purworejo, menceritakan suasana terakhir sebelum kecelakaan terjadi. Korban bernama Rahayu (38) mengatakan tank menukik ke dalam sungai hingga akhirnya tenggelam.

"Seingat saya semua baik-baik saja, hanya ketika sampai tengah, mesin tank kelihatannya tiba-tiba mati. Tank pun langsung menukik ke bawah. Saya spontan peluk anak saya dan melambai-lambai ke atas minta tolong karena saya tidak bisa berenang," ungkap Ana kepada wartawan di Bangsal Bougenvile, RSUD dr Tjitro Wardoyo, Sabtu (10/3).

Ana berada di atas tank menemani putrinya, Anindia Fauziah (3,5). Selain Ana dan putrinya, terdapat 20 orang lain yang menaiki tank yang sama. Terdiri dari 3 orang tentara, satu kepala PAUD, dan siswa berikut orangtuanya berjumlah 16 orang.


"Jadi ada 20 orang yang naik tank. Termasuk 3 orang tentara yang mendampingi dan mengemudikan," sebutnya.

"Saya tidak tahu kenapa, tadi anak saya terlihat senang sekali. Dia mengaku bahagia bisa naik tank pertama kali, dia juga naik di depan sendiri dekat sopir tank," ujar Ana.

Seakan mendapatkan firasat, Ana mengaku tidak ingin jauh dari putrinya ketika menaiki tank. Dia pun selalu duduk berdekatan dengan Anindia meskipun seorang tentara yang mendampingi mereka mengatakan bahwa semua aman.

"Pak tentaranya bilang bahwa semua aman, semua akan baik-baik saja, tapi saya inginnya dekat dengan anak. Saya pegangi terus anak saya," tuturnya.

Dalam keterangan tertulisnya, Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) menjelaskan kecelakaan tank ini terjadi karena dasar sungai yang tak kokoh. Akibatnya, tank miring dan terperosok.

"Terjadi kecelakaan yang tidak diperkirakan saat Ranpur hendak berputar di pinggir daratan yang berpasir," ujar Kepala Penerangan Kostrad Letkol Inf Putra Widyawinaya dalam keterangan resminya, Sabtu (10/3).


Kecelakaan terjadi pukul 10.00 WIB kemarin, saat pengenalan lingkungan sekitar asrama menggunakan kendaraan tempur itu. Tank itu dioperasikan oleh Bataliyon Infanteri (Yonif) Mekanis Raider 412/6/2 Kostrad.

"Akibat kondisi tanah yang tidak kokoh sehingga Ranpur miring, amblas dan terperosok menyebabkan sebagian penumpang Ranpur terjatuh, hanyut terbawa derasnya aliran sungai dan tidak terselamatkan. Dampak dari kejadian tersebut terjadi kerugian 2 orang personel meninggal dunia, yaitu Pratu Randi Suryadi dan Sdri Iswandari Kepala sekolah PAUD Ananda," kata Putra.
(bgs/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed