DetikNews
Sabtu 03 Maret 2018, 14:30 WIB

Tentang Mbak Sri, Pemotor Difabel yang Keliling Indonesia

Edzan Raharjo - detikNews
Tentang Mbak Sri, Pemotor Difabel yang Keliling Indonesia Sri, pemotor difabel yang keliling Indonesia. Foto: Edzan Raharjo/detikcom
Yogyakarta - Menderita kelumpuhan membuat Sri Lestari (44) sempat merasa stres dan terpuruk. Apalagi sebelumnya dia sehat-sehat saja. Saat itu dia butuh semangat dan dorongan dari orang-orang agar bisa kembali bangkit dari keterpurukan.

Wanita yang akrab disapa Mbak Sri ini mengalami kelumpuhan setelah kecelakaan yang dialaminya sekitar tahun 1997 silam. Ia mengaku sempat terpuruk dan stres karena merasa jadi beban bagi keluarganya yang harus merawatnya. Butuh keberanian dan kepercayaan diri yang kuat untuk bisa lepas dari keterpurukan tersebut.

Siapa sangka, Mbak Sri warga Klaten yang lumpuh itu kini menjadi perempuan tangguh mampu touring keliling Indonesia dengan motornya. Tujuan utama touringya adalah untuk menemui teman-temanya yang senasib untuk berbagi pengalaman memberikan motivasi agar bisa bangkit dari keterpurukan.

Mereka yang lumpuh dan selama itu hanya di rumah bahkan ada yang 22 tahun hanya di rumah, setelah bertemu dan berbagi cerita dengan Mbak Sri, mereka mampu bangkit untuk berani keluar rumah untuk bisa beraktivitas bahkan bekerja.

Sri, pemotor difabel yang keliling Indonesia.Sri, pemotor difabel yang keliling Indonesia. Foto: Edzan Raharjo/detikcom

"Dengan kehidupan saya sendiri, 10 tahun saya terpuruk, kecelakaan, lumpuh karena syaraf putus. Saya ingin berbagi pengalaman, beri semangat dengan teman-teman yang hanya di rumah, saya ingin mereka bisa aktvitas seperti saya. Saya ingin mereka mempunyai mimpi lagi untuk bisa keluar rumah," kata Sri Letasri saat berkumpul dengan komunitas motor di acara Corsa Platinum Experience di Bilik Kayu Heritage Resto, Timoho, Yogyakarta, Sabtu (3/3/2018).

Sri Lestari dengan sepeda motor yang sudah dimodifikasi menggunakan roda tiga telah melakukan touring di antaranya, Prambanan-Malang, Jakarta-Bali, Jakarta-Sabang, Makassar-Manado. Kini ia sering diajak touring yang sering disebut dengan touring rohani oleh komunitas motor. Cerita haru pernah dialaminya, di mana anak motor yang tampil sangar dan gagah ternyata juga menangis saat menemui orang yang menderita lumpuh dan puluhan tahun hanya di rumah.

"Temen-temen motor itu kan keren-keren, gagah, lihat teman yang 20 tahun hanya di rumah karena lumpuh, dia itu nangis. Ini jadi pelajaran berharga agar kita tidak sombong," katanya.

Pegiat touring, Tedy Suryadi menambahkan touring seperti yang dilakukan Sri Lestari sangat bermanfaat bagi orang untuk memberikan semangat. Ia berharap, touring seperti ini bisa menginspirasi para pecinta touring lainnya.

"Berharap konvoi bisa bersinergi dengan teman-teman difabel yang bisa memberikan efek luar biasa, jadi ada nilai, bisa menginspirasi," kata Tedy di tempat yang sama.

Head of Brand Activity and Sport Activity PT Multi Strada Arah Sarana TBK, Ahmad Nursyamsu mengatakan mendukung misi Sri Lestari untuk memberikan motifasi pada teman-temanya agar bisa tetap beraktifitas. Pihaknya akan memberikan dukungan kebutuhan apa yang akan diperlukan untuk membantu misi yang dilakukan oleh Sri Lestari.

"Misinya itu luar biasa, mengajak temanya untuk aktiftas, untuk tidak menyerah, kita support misinya ini," kata Ahmad Nursyamsu.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed