Tumbuh Tumor di Wajahnya, Bocah di Boyolali Ini Butuh Bantuan

Ragil Ajiyanto - detikNews
Jumat, 02 Mar 2018 15:14 WIB
Fikram, bocah penderita tumor di wajahnya di Boyolali. Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom
Boyolali - Muhamad Fikram Hakim, tak bisa bermain bebas bersama teman-temannya yang lain. Anak berumur 10 tahun itu, harus tetap berada di dalam rumah karena tumbuh tumor yang berukuran besar di wajahnya.

Bahkan, Fikram sudah putus sekolah sejak dua tahun lalu, karena penyakitnya tersebut.

Benjolan yang ada di pipi kirinya dan sudah mendesak ke mata kirinya. Karena benjolan yang terus membesar, Fikram kini juga sulit bernafas.

"Kesulitan bernapas juga, sekarang kalau bernapas melalui mulut," kata Rita Pardila (25), bibi Fikram saat ditemui di rumahnya Perumahan Graha Sejahtera 2, Kelurahan Kemiri, Kecamatan Mojosongo, Boyolali Jumat (2/3/2018).

Fikram sudah sekitar 6 bulan ini tinggal bersama keluarga bibinya, Rita dan Sigit (35), yang mengontrak rumah di Perumahan Graha Sejahtera 2. Sedangkan ibunya, Farida Paza (29), merantau kerja di Jakarta.

Fikram berasal dari Sukabumi, Jawa Barat. Sebelum ikut dengan Rita di Boyolali, Fikram ikut kakek-nenek dan bibinya yang lain di Sukabumi. Namun sejak 6 bulan lalu, dia diasuh oleh Rita, sekaligus menjalani pengobatan alternatif.

Rita menceritakan, benjolan itu muncul di wajah keponakannya tersebut sejak dua tahun lalu. Saat itu, Fikram masih kelas 2 SD di Cibadak, Sukabumi, Jabar.

"Awalnya itu matanya agak bengkak, sudah dibawa ke dokter. Tetapi katanya matanya nggak apa-apa. Dokter mengarahkan untuk dibawa ke spesialis THT, katanya Sinus dan berobat jalan. Tetapi benjolannya semakin besar," jelasnya.

Oleh ibunya, bocah kelahiran Sukabumi, November 2007 itu dibawa ke rumah sakit. Kemudian menjalani operasi dengan menggunakan fasilitas BPJS Jawa Barat.

"Kata dokter, tumor tulang jinak," kata dia.

Demi pengobatan penyakit tersebut, Fikram sudah menjalani operasi sebanyak 3 kali. Operasi pertama pada Februari 2016 di rumah sakit Hasan Sadikin Bandung. Setelah operasi, benjolan hilang. Tetapi kemudian tumbuh lagi.

"Kemudian dioperasi lagi. Operasi kedua pada November 2016 di RSCM. Operasi ketiga juga di RSCM tahun 2017 lalu," imbuh Rita.

Meski sudah berulang kali dioperasi, tetapi benjolan tersebut kembali tumbuh. Benjolan yang terus membesar sekarang ini merupakan yang keempat kalinya.

"Kata dokter Fikram menderita tumor tulang jinak, akan tetap kambuh selama masih dalam masa pertumbuhan tulang. Tetapi dokter lain bilang, kalau tumor jinak seharusnya sudah sembuh setelah dioperasi," jelasnya.

Untuk operasi lanjutan, keluarganya pun terkendala biaya. Ibunya terpaksa bekerja di Jakarta. Sedangkan ayahnya sudah cerai sejak Fikram masih balita. Kini Fikram menjalani pengobatan herbal di Boyolali.

"Yang biayanya murah," lanjut ibu rumah tangga ini.

Rita berharap, sakit yang diderita keponakannya tersebut segera sembuh dan nantinya tidak tumbuh benjolan lagi. Sehingga, Fikram yang masih anak-anak itu dapat meneruskan sekolah lagi.

"Inginnya Fikram segera sembuh. Setelah operasi atau ada bantuan dari manapun nggak tumbuh lagi penyakitnya, nggak datang-datang lagi penyakitnya. Ini sudah keempat kalinya, kasihan juga sama mamanya yang berjuang habis-habisan untuk Fikram," harapnya.

Sementara itu Fikram mengaku tidak merasakan nyeri maupun gatal pada bejolan di wajahnya. Hanya sekarang merasakan kesulitan bernapas lewat hidung. Sehingga selama ini dia bernapas lewat mulut.

"Nggak (merasakan) sakit," kata Fikran lirih.

Bocah ini juga tampak sehat. Tubuhnya gemuk dan saat wartawan dan tamu-tamu datang, dia juga langsung ikut menyalami satu per satu.

Penderitaan Fikram ini pun mendapat perhatian dari masyarakat maupun sejumlah organisasi. Mereka datang ke rumah bibinya tersebut untuk memberikan bantuan.

Seperti disampaikan Ali (32) yang datang bersama istrinya. Ali mengaku mengetahui kondisi Fikram dari media sosial. Lantas dia pun mengunjunginya dan menyampaikan bantuan untuk Fikram.

Menurut Rita, dari PMI Boyolali dan aparat kelurahan Kemiri juga sudah datang melakukan pendataan, agar Fikram bisa mendapatkan bantuan. (sip/sip)