Pemkot Semarang Punya Ruangan Canggih untuk Pantau Situasi Kota

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Selasa, 27 Feb 2018 13:22 WIB
Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Semarang - Pemerintah Kota Semarang memiliki ruangan baru yang diisi sejumlah LCD hingga Smart Table yang canggih. Di ruangan bernama Situation Room itu, petugas bisa memantau bahkan mengatur fasilitas umum di Ibu Kota Jawa Tengah itu.

Situation Room baru saja dibuka tanggal 19 Februari 2018 lalu dan sudah didatangi Duta Besar Amerika Joseph R Donovan Jr. Ruangan tersebut berbeda dari monitoring room yang sebelumnya sudah ada karena tidak hanya sekedar memantau.

"Ini pengembangan dari monitoring room yang sebelumnya sudah kami miliki. Kalau sebelumnya hanya menyajikan data, saat ini sudah bisa langsung diolah untuk kemudian dihasilkan menjadi sebuah kegiatan konkrit," kata Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi di kantornya, Selasa (27/2/2018).
Pemkot Semarang Punya Ruangan Canggih untuk Pantau SituasiFoto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom

Lokasi Situation Room berada di atas kantor Wali Kota dan dioperasikan oleh ASN di bawah Diskominfo. Ruangan tersebut memang untuk mendukung program Smart City Kota Semarang sehingga program dan alat canggih di pasang.

Ketika masuk ruangan, maka akan terlihat sejumlah layar LCD besar yang hampir menutup semua dinding ruangan. Ada layar yang menampilkan gambar dari CCTV di berbagai lokasi dan ada pula yang menunjukkan pantauan seperti data kesehatan bahkan hingga harga bahan pokok di pasaran.

Hingga saat ini ada 46 CCTV yang sudah terintegrasi ke ruangan tersebut. Canggihnya, jika ada kemacetan yang berlangsung hingga 2 menit maka akan ada alarm berbunyi sehingga langsung dikoordinasikan dengan pihak terkait. Tampilan CCTV juga beresolusi tinggi sehingga wajah yang terekam bisa terlihat.

Hendi menambahkan kedepannya Pemkot berencana agar seluruh CCTV di Kota Semarang terkoneksi ke ruangan tersebut. Namun hal itu butuh patisipasi masyarakat untuk proses integrasi karena tetap harus membutuhkan alamat internet protocol (IP).

"Penting untuk masyarakat proaktif memberitahu kami alamat IP CCTV yang dimiliki masing-masing baik di lingkungan perumahan, kantor, pusat perbelanjaan, toko, sekolah dan lainnya," jelas Hendi.

"Itu untuk mempermudah sedulur kepolisian memantau kondisi keamanan sehingga kalau ada gerak gerik mencurigakan dapat terpantau langsung," imbuhnya

Tidak hanya itu, dari ruangan tersebut bisa mengendalikan fasilitas umum contohnya menyalakan dan mematikan lampu jalan raya. Kemudian pemantauan hal-hal lain juga bisa dilakukan seperti data kesehatan, jumlah kamar rumah sakit yang kosong, harga sembako, bahkan memperkirakan perjalanan bus Trans Semarang yang sedang beroperasi.

Alat canggih lainya yaitu Smart table yang ada di ruang rapat. Smart table bentuknya seperti layar LCD besar yang dibuat menjadi meja. Meja itu berupa layar sentuh yang bisa menampilkan materi rapat pada empat sisinya. Materi yang berupa file seolah menjadi kertas di meja dan bisa digeser kesana kemari kemudian dishare ke peserta rapat setelah diedit sesuai hasil rapat.

Ruangan lainnya yaitu visual room layaknya bioskop mini. Di sana peserta rapat bisa menampilkan materi pada layar besar sedangkan peserta lainnya duduk di kursi nyaman dengan kapasitas 80 orang. Rapat yang memakai ruangan tersebut yaitu rapat besar dinas-dinas.

"Jadi semua urusan Kota Semarang terhubung dalam situation room ini, mulai dari kondisi lalulintas, kondisi rumah pompa, deteksi wilayah banjir, progres kegiatan pembangunan, sampai tren percakapan di media sosial tentang kota Semarang," tandas Hendi panggilan akrabnya itu. (alg/bgs)