"Survivor atas nama Warsito yang menghilang di lereng Merapi berhasil ditemukan 10 meter di atas Pos 2 Paseban Labuhan (jalur pendakian Kinahrejo) dengan koordinat x 0438729, y 9164184," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan / Basarnas Yogyakarta, Supriono, saat dikonfirmasi detikcom, Senin (26/2/2018).
Dijelaskannya, lokasi penemuan merupakan tempat dengan vegetasi lumayan lebat. Meski demikian, kondisinya sangat lemah dan baru dievakuasi semalam. Namun secara umum dia dinyatakan sehat dan bisa diajak berkomunikasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bunker Kaliadem, Sleman lokasi terakhir Warsito sebelum menghilang. Foto: Ristu Hanafi/detikcom |
Setelah ditemukan, lanjutnya, Warsito langsung distabilkan oleh search and rescue (sru) yang ada di Pos 2 sambil menunggu tim evakuasi dan tim medis datang untuk memberikan perawatan lebih lanjut.
"Tadi malam survivor baru bisa dievakuasi ke bawah sampai di posko dan langsung dibawa ke RS Panti Nugroho Pakem. Belum ada keterangan lebih lanjut dari survivor terkait peristiwa ini, kita fokuskan pemulihan kesehatannya dulu," terangnya.
Proses pencarian Warsito melibatkan sedikitnya 20 sru dengan total personil sekitar 216 orang dengan ditambah pengendali operasi (posko operasi) sejumlah 50 orang. Tim gabungan melibatkan berbagai elemen.
Warsito dilaporkan menghilang oleh istrinya, Dwi Indri Astuti (34), saat mereka tengah berwisata di Bunker Kaliadem, Kamis (22/2) pekan lalu. Saat keduanya tengah beristirahat di sebuah warung di bawah bunker, Warsito pamit kepada istrinya ingin jalan kaki naik untuk melihat bunker dari jarak dekat. Istrinya yang tidak menaruh kecurigaan apapun lantas mengiyakan dan dia menunggu di warung tersebut.
Namun hingga 1 jam lamanya, Warsito tak kunjung kembali ke warung. Istrinya yang mencoba mencari hingga petang tak membuahkan hasil yang akhirnya meminta pertolongan polisi dan tim sru. (sip/sip)












































Bunker Kaliadem, Sleman lokasi terakhir Warsito sebelum menghilang. Foto: Ristu Hanafi/detikcom