DetikNews
Sabtu 24 Februari 2018, 21:03 WIB

Pilgub Jateng 2018

Nama Dicatut, Jaringan Gusdurian Tegaskan Netral di Pilkada

Arbi Anugrah - detikNews
Nama Dicatut, Jaringan Gusdurian Tegaskan Netral di Pilkada Foto: Istimewa/detikcom
Purwokerto - Jaringan Gusdurian Jateng DIY berkumpul di Purwokerto, Banyumas menyatakan diri netral dari urusan politik terutama politik praktis.

Presidium Gusdurian, Marzuki mengatakan jika pertemuan kali ini salah satunya untuk membahas terkait sikap jaringan Gusdurian yang ada di 25 Kabupaten di Jateng dan DIY terhadap sikap netralitas politik Gusdurian.

"Jaringan Gusdurian netral dari urusan politik, bahwa kita tegaskan tidak bermain politik praktis. Kita hanya bermain di kultural. Urusan kemudian catut mencatut nama Gusdurian kita tidak tahu menahu soal itu. Kita tegaskan bahwa kita ini netral," kata Marzuki kepada detikcom di Griya Gusdurian, jalan Masjid No 37, Purwokerto, Sabtu (24/2/2018).

Dia mengatakan jika Gusdurian dalam pemilu manapun, termasuk 2014, Pilkada, Pilbub bahkan Pileg dan Pilpres tetap netral tidak bergerak di politik praktis.

"Mereka mungkin mengklaim santri Gusdur atau dulu dekat dengan Gusdur karena santri Gusdur memang banyak sekali. Sementara jaringan Gusdurian yang dibawah Mbak Allissa Wahid, kita bergerak di bidang kultural," ujarnya.

"Maka dari itu kita kumpulkan jaringan Gusdurian Jateng DIY untuk menegaskan hal ini dan semua kita sepakati jika kita tegak lurus dengan mba Allissa Wahid bahwa jaringan Gusdurian tidak bermain di Politik praktis," lanjut dia.

Sementara menurut Presidium Gusdurian Jawa Tengah, Yunantyo Adi mengatakan jika PPP dapat dukungan untuk Pilgup Jateng dan Jatim dari Gusdurian. Hal ini kembali ditegaskan oleh Gusdurian jika pihaknya tidak pernah berada diranah politik praktis.

"Ini perlu kita tegaskan bahwa sesuai dengan Rakornas 2013, bahwa jaringan Gusdurian dibawah mba Allissa Wahid itu tidak terlibat politik praktis. Jadi kalau ada individu dari Gusdurian yang terlibat dia harus melepaskan dulu semua baju Gusdurian itu," jelasnya.

Meskipun demikian pihaknya tidak bisa melarang hak politik setiap orang untuk menyatakan haknya. Namun jika ingin bermain politik, maka lepaskan seluruh atribut Gusdurian dan jangan membawa nama Gusdurian dalam politik.

"Memang setiap orang mempunyai hak politik, tetapi ada kode etik bagi jaringan Gusdurian, larangan untuk mengurusi urusan -urusan Pilkada. Kalau mau ngurusin ya silakan tapi lepas dulu baju dan tidak boleh bawa nama Gusdurian," jelasnya.

Pencatutan nama jaringan Gusdurian bukan hanya terjadi pada kali ini. Menurut dia, pencatutan nama Gusdurian sudah pernah terjadi pada tahun 2014. Bahkan nama Gusdurian sudah terpasang pada sebuah baliho-baliho mendukung pasangan calon tertentu.
(arb/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed