Jembatan Putus, Warga Seberangi Sungai dan Turun Pakai Tambang

Jembatan Putus, Warga Seberangi Sungai dan Turun Pakai Tambang

Eko Susanto - detikNews
Kamis, 22 Feb 2018 16:36 WIB
Jembatan Putus, Warga Seberangi Sungai dan Turun Pakai Tambang
Foto: Eko Susanto/detikcom
semarang - Jembatan Sunut di Dusun Sapen, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang putus. Jembatan Sunut ini yang menghubungkan wilayah Pringapus, Kabupaten Semarang dengan Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak.

Aktivitas warga Dusun Sapen dan Borangan, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus saat ini terhambat. Untuk menuju wilayah Karangawen maupun Mraggen, Kabupaten Demak, harus menyeberangi sungai atau turun menggunakan tambang.

Dampak putus jembatan ada sebagian pelajar warga Sapen maupun Borangan, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, yang sekolah di wilayah Karangawen maupun Mranggen, terpaksa meliburkan diri. Namun demikian, ada juga yang tetap masuk karena harus bersiap menghadapi Ujian Nasional.
Warga seberangi sungaiWarga seberangi sungai Foto: Eko Susanto/detikcom

Selain menyeberangi sungai yang berair cukup deras, ada warga yang nekat turun dari lokasi jembatan putus dengan tambang plastik. Alasannya butuh waktu cepat karena akan masuk kerja.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya mau kerja, saya deg-degan sekali. Ini karena takut telat kerja karena ini hari pertama orientasi masuk kerja di wilayah Karangawen," kata Siti Jumariyah.

Warga masyarakat yang melihat saat Siti Jumariyah, turun dengan tambang was-was. Bahkan, ada juga warga yang menyarankan agar menyerangi sungai saja.

"Mending menyeberangi sungai saja, jangan nekat. Kok melihatnya was-was sekali kalau talinya putus," tutur seorang warga, Erwin.

Berbeda pula yang dilakukan dua pelajar kelas XII SMA Al Hasaniyyah Jragung, Karangawen, Demak, tersebut. Keduanya, Lusi Indriyani dan Siti Dewi Permatasari, merupakan warga Sapen, berangkat sekolah dengan menyeberangi Kali Jragung. Mereka berdua saat menyeberangi dengan digendong orangtuanya, Jumain.

"Saya terpaksa harus lewat bawah dengan digendong bapak karena mau ada try out," katanya kepada wartawan.
Jembatan putus sebelum diresmikanJembatan putus sebelum diresmikan Foto: Eko Susanto/detikcom

Atas putusnya jembatan tersebut, Bupati Semarang Mundjirin beserta Sekda Gunawan Wibisono beserta Kepala Dinas Pekerjaan Umum Totit Oktoriyanto beserta personil BPBD serta PMI Kabupaten Semarang, melakukan peninjauan. Selain meninjau, Bupati juga menyerahkan bantuan bagi warga masyarakat.

"Setelah ini akan dibuat tangga darurat. Sementara ini,warga akan bergotong royong membuat tangga darurat. Jangka menengah nantinya kita bangun, memindahkan aliran sungai biar lurus dan kerja sama BBWS," katanya.

Jembatan Sunut, kata Mundjirin, belum diresmikan hanya baru diselamati oleh warga masyarakat.

"Peresmian tanggal 6 bulan Maret nanti, belum diresmikan sudah duluan ambrol," tuturnya.

Kepala Dusun Sapen, Budi Narto mengatakan, kejadian putusnya jembatan tersebut sekitar pukul 04.00 WIB. Praktis, putusnya jembatan ini membuat aktivitas warga Dusun Sapen dan Borangan, terganggu.

"Kejadian sekitar pukul 04.00 WIB. Kalau sebelumnya hanya longsor, sekarang putus nggak bisa dilalui sama sekali," kata Budi saat ditemui di lokasi putusnya jembatan tersebut.

Menurutnya total panjang jembatan 72 meter, dengan ketinggian 15 meter dan lebar 3 meter. Untuk gelagar putus panjangnya sekitar 15 meter ini berada di sisi utara. Sedangkan konstruksi yang putus tersebut dalam kondisi masih utuh jatuh di sungai. Untuk sampai di lokasi jembatan ini dari Ungaran, harus melalui wilayah Kecamatan Mranggen dan Karangawen, Kabupaten Demak hingga sampai di Jembatan Sunut.

(bgs/bgs)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads