DetikNews
Rabu 21 Februari 2018, 13:39 WIB

Tokoh Teater

Bersepatu Kets Saat Pidato Ilmiah, Putu Wijaya: Ini Tradisi Kita

Usman Hadi - detikNews
Bersepatu Kets Saat Pidato Ilmiah, Putu Wijaya: Ini Tradisi Kita Putu Wijaya (memakai kursi roda) saat menyampaikan pidato ilmiah 'Tradisi Baru' di Sidang Senat Terbuka ISI Yogyakarta. (Foto: Usman Hadi/detikcom)
Bantul - Sastrawan dan teaterawan, Putu Wijaya, mendapat gelar doktor Honoris Causa (HC) dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Dia mengaku tak menyangka akan menerima gelar tersebut. Ada permintaan khusus darinya saat menyampaikan pidato ilmiahnya.

"Ini (pemberian gelar doktor HC) seperti hadiah dari langit," kata Putu di awal pidato ilmiahnya berjudul 'Tradisi Baru' dalam Sidang Senat Terbuka ISI Yogyakarta di Concert Hall, Rabu (21/2/2018).

Ada penampilan berbeda saat Putu menyampaikan pidato ilmiahnya. Putu yang memang sebelumnya sakit berpidato memakai kursi roda, mengenakan topi seperti kebiasaannya, baju batik dan mengenakan sepatu kets berwarna putih.

Baca juga: Putu Wijaya Dianugerahi Gelar Doktor HC oleh ISI Yogyakarta


Di awal pidatonya, Putu bercerita sebelum mendapat gelar doktor HC dia sudah ditanya beberapa wartawan. Pertanyaannya, apakah dia tidak terbebani dengan pemberian gelar doctor HC dari ISI Yogyakarta.

"Seorang wartawan bertanya kepada saya 'apakah penghargaan ini memberikan beban kepada saya?' Saya jawab 'tidak, saya tidak mempunyai beban apa-apa'. Tetapi sebenarnya saya bohong," ucap Putu disambut tawa para peserta Senat Terbuka ISI Yogyakarta.

Bersepatu Kets Saat Pidato Ilmiah, Putu Wijaya: Ini Tradisi KitaPutu Wijaya (Foto: Usman Hadi/detikcom)

Putu mengakui pemberian gelar doktor HC tersebut adalah beban berat yang harus dipikulnya. Terlebih dia bukanlah seorang akademisi atau peneliti yang berkecimpung di dunia kampus. "Saya seorang pemimpi, seorang yang merenung saja di dalam kamar," ungkapnya.

"Ketika menerima SMS bahwa saya akan diberi penghargaan (doktor HC dari ISI Yogyakarta) saya siap. Tetapi kemudian saya malu, apa yang saya miliki, apa yang membenarkan saya untuk memperoleh penghargaan ini," lanjutnya.

Bersepatu Kets Saat Pidato Ilmiah, Putu Wijaya: Ini Tradisi KitaSaat menerima penganugerahan gelar (Foto: Usman Hadi/detikcom)

Dalam kesempatan ini Putu juga mengungkapkan alasannya memakai baju batik dan bersepatu kets saat menyampaikan pidato ilmiahnya. Sebab, batik dan sepatu kets disebutnya adalah kekayaan budaya di Indonesia.|

"Izinkan saya berbicara, duduk di depan anda sekalian dengan memakai sepatu kets seperti ini. Karena sepatu kets ini bagian dari tradisi juga. Kemudian izinkan saya memakai baju batik saja. Saya suka memakai baju batik karena baju batik ada di seluruh Indonesia," tutupnya.
(mbr/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed