DetikNews
Selasa 20 Februari 2018, 17:21 WIB

Di Boyolali, Penyakit Leptospirosis Juga Ditemukan di Ternak Warga

Ragil Ajiyanto - detikNews
Di Boyolali, Penyakit Leptospirosis Juga Ditemukan di Ternak Warga (Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom)
Boyolali - Kasus penyakit leptospirosis sedang meningkat di Boyolali. Penyakit akibat kencing tikus itu ternyata tak hanya menular ke manusia saja. Hewan ternak warga juga sudah ada yang positif terjangkit bakteri leptospira.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Boyolali, Sherly Jeanne Kilapong, mengatakan bakteri leptospira di Boyolali ternyata tidak hanya pada tikus saja. Namun juga ditemukan di hewan ternak warga.

"Kita sudah periksa tahun kemarin, tikus positif. Tahun ini sapi juga ada yang positif dan tahun kemarin kambing juga ditemukan positif (mengandung bakteri leptospira). Paling sering teorinya di tikus, tetapi sapi dan kambing bisa kena juga," kata Sherly Jeanne Kilapong di kantornya, Selasa (20/2/2018).

Menurut dia, ternak yang tertular bakteri leptospira aman dikonsumsi asalkan dimasak secara matang terlebih dahulu. Ternak tersebut jika sudah diberi antibiotik juga akan sembuh, bakterinya akan mati.

"(Jika ternak belum diberi antibiotik) Kalau sudah dimasak tidak masalah (daging bisa dimakan). Yang berbahaya bagi yang menyembelih, yang motong-motong, yang memasak. Jika ada luka di tangan, bisa menular lewat luka itu," jelasnya.

Baca juga: 2 Bulan Terakhir, 3 Warga Boyolali Meninggal Akibat Leptospirosis


Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Boyolali, Afiany Rifdania, juga mengakui ada ternak warga yang tertular penyakit tersebut. Pihaknya pun menyatakan sudah mengambil langkah-langkah pengobatan kepada ternak warga tersebut dan melakukan lokalisir.

"Setelah mendapat laporan, kami langsung menindaklanjutinya dengan mengambil sampel darah di ternak milik warga di Ngemplak. Karena penyakit ini ditularkan oleh kencing tikus yang kencing tikus itu bisa dimakan oleh ternak dan ternaknya bisa terjangkit," kata Afiany.

Pengambilan sampel dari ternak warga tersebut dilakukan, dikarenakan masyarakat di Boyolali kandang ternaknya biasanya dekat dengan rumah dan setiap hari kontak dengan hewan ternak itu. Hal ini dikhawatirkan juga tertular dan kemudian menular ke manusia.

"Tugas kami mencegah dan menanggulangi agar tidak menyebar kemana-mana. Caranya, kita pengobatan ternak. Kita sudah melakukan pengobatan ternak di sekitar korban yang ada di Ngemplak. Dari kami bergerak di ternaknya," jelas Afiany.

Sampel darah dari ternak warga itu diambil dari daerah yang ada kasus (penderita leptospirosis) dan sekitarnya. Sampel darah ternak itu kemudian dikirim ke laboratorium di Salatiga untuk dilakukan penelitian.
(mbr/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed