DetikNews
Senin 19 Februari 2018, 20:02 WIB

Ibu Kandung Bocah yang Disekap di Solo Merasa Ditipu Pelaku

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Ibu Kandung Bocah yang Disekap di Solo Merasa Ditipu Pelaku Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom
Solo - Maria Geovani (35) mengaku tidak menduga anak kandungnya, P, menjadi korban penyekapan dan penganiayaan di Solo. Lebih terkejut lagi, ternyata pelakunya ialah pria yang menikahinya secara siri, Dedi.

Seperti diketahui, polisi menangkap dua orang tersangka yang diduga menyekap dan menganiaya P di Hotel Wismantara, Banjarsari, Solo, Jumat lalu. Dua tersangka itu adalah Dedi (32) dan adiknya, Iwan (22).

Dedi dan Maria yang selama ini tinggal di Tangerang datang ke Solo untuk mengurus beberapa hal. Mereka datang bersama dua anak kandung Maria dan menginap di sebuah hotel.

Namun karena harus berobat ke Surabaya, Maria meninggalkan kedua anaknya kepada Dedi. Sampai akhirnya Maria mendapatkan kabar bahwa Dedi berurusan dengan polisi.

"Waktu saya di Surabaya ditelepon Dedi suruh bawa akta kelahiran anak saya. Katanya dia akan dibawa ke Polsek Banjarsari. Setelah ke Solo, baru tahu ada peristiwa ini," kata Maria saat ditemui wartawan, Senin (19/2/2018).

Sebelum peristiwa penyekapan, Maria sempat menanyakan kabar anaknya. Dedi ternyata mengajak anak-anak tersebut ke Hotel Wismantara, tempat keluarga Dedi menginap.

"Katanya diajak jalan-jalan ke rumah saudara, karena ibunya kan asli Solo. Ternyata dibawa ke hotel. Saya tidak tahu saudara-saudaranya menginap di hotel," ujar dia.

Dari hotel tersebut, polisi menemukan fakta bahwa P disekap dalam keadaan tangan dan kaki terikat. Terdapat luka-luka di sekujur tubuhnya yang diduga akibat penganiayaan sejak lama.

Selama ini, kata Maria, Dedi tidak pernah menunjukkan sikap buruk kepada anaknya. Bahkan di depan Maria, Dedi selalu bersikap manis kepada anak-anak.

Maria pun tidak pernah manaruh curiga kepada Dedi. Terlebih, anak-anaknya juga tidak pernah melapor kepadanya tentang sikap Dedi.

"Selama ini saya yang kerja, Dedi yang ngurus anak. Saya setiap hari pergi pagi pulang malam, tidak pernah tahu kalau ada luka-luka di tubuh anak saya," tuturnya.

Mengetahui tindak penganiayaan terhadap anaknya, Maria berharap tersangka diberi sanksi setimpal. Dia juga berharap putranya segera diberi kesembuhan.

"Ibu-ibu di dunia pasti tahu rasanya kalau anak kita dipukul orang lain. Semoga diproses hukum yang setimpal," tutupnya.
(bgs/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed