DetikNews
Senin 19 Februari 2018, 12:49 WIB

Pelajar di Brebes Ini Tiap Hari Seberangi Sungai Pakai Rakit

Imam Suripto - detikNews
Pelajar di Brebes Ini Tiap Hari Seberangi Sungai Pakai Rakit Foto: Imam Suripto/detikcom
Brebes - Para palajar di Desa Wlahar, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes setiap hari harus menyeberangi sungai berarus deras untuk menuju ke sekolah. Mereka menyeberang menggunakan perahu kecil atau rakit yang memuat belasan orang. Mereka rela bergantian untuk menyeberangi sungai yang dalam dan deras arusnya.

Tidak ada lagi jembatan penyeberangan di desa itu. Jembatan telah hanyut saat banjir bandang tahun 2017 lalu. Warga membutuhkan jembatan agar akses warga lebih mudah dan aman.

Saat ini warga mengandalkan perahu kecil yang rawan hanyut terseret derasnya air sungai. Perahu kecil adalah satu-satu sarana alat penyeberangan. Perahu itu yang dipakai tiap hari oleh mereka yang hendak ke luar desa termasuk anak anak sekolah.

"Tidak ada jalan lain sih, harus lewati sungai ini. Kalau kemarau sih tidak masalah, tapi kalau hujan sering banjir bandang," ujar Risna, salah satu siswa SMP di Larangan.
Para pelajar seberangi sungai tiap hariPara pelajar seberangi sungai tiap hari Foto: Imam Suripto/detikcom

Warga dan pelajar menyadari, menggunakan perahu kecil sebagai tempat penyeberangan sangat berisiko terhadap keselamatan. Derasnya aliran sungai bisa menyebabkan perahu hanyut, terutama bila debit air meningkat. Saat hujan, air sungai ini bertambah banyak dan sewaktu waktu terjadi banjir bandang.

"Ini menjadi kesulitan kami dalam beraktivitas. Khususnya saat musim hujan dan arus sungai yang deras seperti ini. Para pelajar harus ekstra hati-hati saat menyeberang karena mereka berani bertaruh nyawa untuk mengakses lokasi sekolahnya. Sementara bagi sebagian warga lain, lebih memilih sekolah di Kecamatan Songgom yang lebih aman," ungkap Ketua Karang Taruna Desa Wlahar, Eko Dardirjo, Senin (19/2/2018).

Desa Wlahar, merupakan desa yang letak secara geografi berada di antara aliran sungai Pemali. Desa di ujung Kecamatan Larangan ini terdiri dari 5 dusun yang terpisah oleh sungai besar di Brebes. Setiap musim kemarau warga di Dusun Kedungabad itu bisa membuat jembatan darurat di tengah sungai. Namun bila musim penghujan harus pakai perahu dan sering banjir.

Kepala Bidang Binamarga Dinas Pekerjaan Umum (PU), Brebes, Dani Asmoro menjelaskan, bangunan jembatan Kedungabad ini roboh karena tersapu banjir bandang. Alur sungai di daerah ini terjadi penyempitan sehingga menimbulkan arus yang deras.

"Tiang jembatan ini tergerus air saat banjir tahun kemarin sehingga roboh sebelum rampung dikerjakan. Lokasi disini memang unik karena ada penyempitan sehingga air sungai menjadi deras dan dasar sungai menjadi dalam," tambahnya.

Tahun 2018 ini kata dia, pemerintah akan membangun kembali jembatan di daerah Kedungabad Desa Wlahar senilai Rp 1,5 miliar. Jembatan sepanjang 48 meter dengan lebar 2,5 meter ini akan segera dilelangkan dalam waktu dekat.

Agar kuat menahan banjir, penyangga jembatan akan menggunakan tiang pancang yang dilindungi pilar.

"Tiang penyangga memang harus kuat karena arus sungai disini sangat deras," pungkasnya.


(bgs/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed