Begini Suasana Terkini Rumah Meditasi yang Digrebeg Polisi di Semarang

Begini Suasana Terkini Rumah Meditasi yang Digrebeg Polisi di Semarang

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Kamis, 15 Feb 2018 15:19 WIB
Begini Suasana Terkini Rumah Meditasi yang Digrebeg Polisi di Semarang
Rumah meditasi didatangi polisi di Semarang siang ini. Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Semarang - Pengikut meditasi di rumah yang digrebeg polisi di Semarang sudah kembali ke rumah masing-masing. Pemilik rumah, Rondiono alias Andi diminta membuat surat keterangan agar tidak melakukan perkumpulan serupa.

Saat ini rumah yang tertutup pintu besi lipat tersebut sudah sepi. Salah satu pintu besi terbuka dan terlihat dua pria membetulkan pompa air yang berada di halaman.

"Sudah pulang semua," ujar salah satu pria, Kamis (15/2/2018).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diwawancara terpisah, Kapolsek Pedurungan, Kompol Mulyadi mengatakan 3 orang sudah diperiksa termasuk Andi. Surat penyataan sudah dibuat dan 43 orang yang mengikuti meditasi diminta pulang ke rumah masing-masing.



"Sudah buat pernyataan tidak akan menerima tamu seperti itu lagi, tidak akan melakukan kegiatan serupa," kata Mulyadi saat dihubungi melalui telepon.

Mulyadi menjelaskan sebenarnya sudah 3 kali ada imbauan dari Polsek terkait perkumpulan di rumah yang beralamat di Palebon RT 1 RW 11, Pedurungan, Semarang itu. Ternyata perkumpulan meditasi itu masih terus berlangsung.

"Kami sudah koordinasi dengan Kemenag, sudah 3 kali mendatangi," pungkasnya.

Kepolisan belum menemukan pelanggaran hukum sehingga Andi tidak ditetapkan tersangka. Mulyadi berjanji akan mengetatkan patroli di tempat itu agar tidak terulang perkumpulan serupa.

"Proses hukum belum ada karena belum ada tindakan melawan hukum," jelasnya.


Mulyadi menegaskan belum ada keterkaitan antara kelompok meditasi tersebut dengan kelompok yang sudah dikenal masyarakat seperti Gafatar atau Swissindo.

"Belum bisa disimpulkan, yang jelas kami sudah berkoordinasi dengan Kemenag," tegasnya.

Untuk diketahui kegiatan di bekas bengkel tersebut sangat tertutup sejak sekitar 3 bulan lalu. Bahkan pada malam hari terlihat gelap meski banyak orang di dalam.

Ternyata mereka bermeditasi dengan format kembali ke alam dan tanpa perlengkapan elektronik. Dalihnya yaitu untuk mencari ketenangan.

Cara mencari ketenangan yang dimaksud yaitu mengurung diri, meninggalkan pekerjaan, dan anak-anak yang ikut di sana tidak berangkat sekolah. (alg/sip)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads