Saat ini rumah yang tertutup pintu besi lipat tersebut sudah sepi. Salah satu pintu besi terbuka dan terlihat dua pria membetulkan pompa air yang berada di halaman.
"Sudah pulang semua," ujar salah satu pria, Kamis (15/2/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah buat pernyataan tidak akan menerima tamu seperti itu lagi, tidak akan melakukan kegiatan serupa," kata Mulyadi saat dihubungi melalui telepon.
Mulyadi menjelaskan sebenarnya sudah 3 kali ada imbauan dari Polsek terkait perkumpulan di rumah yang beralamat di Palebon RT 1 RW 11, Pedurungan, Semarang itu. Ternyata perkumpulan meditasi itu masih terus berlangsung.
"Kami sudah koordinasi dengan Kemenag, sudah 3 kali mendatangi," pungkasnya.
Kepolisan belum menemukan pelanggaran hukum sehingga Andi tidak ditetapkan tersangka. Mulyadi berjanji akan mengetatkan patroli di tempat itu agar tidak terulang perkumpulan serupa.
"Proses hukum belum ada karena belum ada tindakan melawan hukum," jelasnya.
Baca juga: Rumah Meditasi di Semarang Didatangi Polisi |
Mulyadi menegaskan belum ada keterkaitan antara kelompok meditasi tersebut dengan kelompok yang sudah dikenal masyarakat seperti Gafatar atau Swissindo.
"Belum bisa disimpulkan, yang jelas kami sudah berkoordinasi dengan Kemenag," tegasnya.
Untuk diketahui kegiatan di bekas bengkel tersebut sangat tertutup sejak sekitar 3 bulan lalu. Bahkan pada malam hari terlihat gelap meski banyak orang di dalam.
Ternyata mereka bermeditasi dengan format kembali ke alam dan tanpa perlengkapan elektronik. Dalihnya yaitu untuk mencari ketenangan.
Cara mencari ketenangan yang dimaksud yaitu mengurung diri, meninggalkan pekerjaan, dan anak-anak yang ikut di sana tidak berangkat sekolah. (alg/sip)











































