Bupati Bantul Janji Tak Segan Menindak Pelaku Intoleran

Usman Hadi - detikNews
Kamis, 15 Feb 2018 13:24 WIB
Bupati Bantul, Suharsono. Foto: Usman Hadi/detikcom
Bantul - Bupati Bantul, Suharsono, mengingatkan segenap elemen masyarakat di wilayahnya untuk merawat Kebhinnekaaan. Dia tidak ingin kecolongan dengan munculnya kasus intoleransi di wilayahnya, terlebih tahun ini adalah tahun politik.

"Ini tahun politik, jangan sampai kita kecolongan," kata Suharsono kepada wartawan sesuai melantik pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bantul periode 2018-2023 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Bantul, Kamis (15/2/2018).

Suharsono menjelaskan, agar tidak kecolongan pihaknya meminta semua elemen masyarakat yang berkegiatan di Bantul melapor ke instansi terkait. Menurutnya, hal tersebut perlu dilakukan supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Kalau ada hal kecil pun sampaikan ke saya. Karena tidak menutup kemungkinan hal kecil akan menjadi besar. Hal sekecil apapun tolong laporkan ke kita," sebutnya.

Kemudian Suharsono menyinggung kasus pembubaran baksos salah satu tempat ibadah di Banguntapan, Bantul, beberapa waktu lalu. Menurutnya, pembubaran tersebut tidak akan terjadi bila panitia melaporkan kegiatannya ke instansi terkait.

"(Baksos) tidak harus izin, tadi kan saya bilang suruh pemberitahuan, jadi minimal pemberitahuan. Supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," jelasnya.

"Fungsinya (pemberitahuan) kita perlu koordinasi. Jadi saya sudah hampir setiap hari komunikasi (mengantisipasi) kalau ada kejadian," lanjutnya.

Selanjutnya Suharsono berjanji pihaknya akan menindak tegas pelaku intoleran yang berulah di wilayahnya. Sebab perbuatan intoleran termasuk intoleransi dalam beragama tidak dibenarkan.

"Kalau sudah ada barang buktinya kita tidak segan-segan (menindak). Kalau hanya isu-isu tidak ada barang buktinya kita tidak bisa (menindak), dasarnya apa. Kalau hanya (sebatas) isu-isu kita tampung saja," pungkas dia. (sip/sip)