Persembahyangan dilakukan secara estafet itu di Kelenteng Poo An Bio yang berada di Desa Karangturi. Kemudian dilanjutkan ke Kelenteng Gie Yong Bio yang berada di Desa Bagan, dan terakhir di Kelenteng Cu An Kiong yang ada di Desa Dasun Kecamatan Lasem, Rembang.
Mulyono, sebagai Toa Lotyu (kepala ritual persembahyangan) menyebutkan, kegiatan tersebut rutin dilakukan setiap setahun sekali, tepatnya satu hari menjelang perayaan tahun baru imlek.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Arif Syaefudin/detikcom |
Sembahyang dilakukan dengan cara membakar dupa, dan diletakkan pada altar yang telah tersedia cawan abu. Namun, sebelum itu dipersiapkan terlebih dahulu sejumlah sesaji berupa makanan, buah-buahan dan minuman berupa arak.
"Makanan ini karena bentuk hormat kita, ada kue basah, nasi berikut sayurnya, dan makanan ringan. Buah-buahan ini buat cuci mulutnya, dan arak merupakan menu wajib. Kita tidak bisa mulai kalau tanpa ini," imbuhnya.
Adapun ketiga kelenteng tersebut merupakan kelenteng yang memiliki daya tariknya masing-masing dan merupakan kelenteng yang dipercaya berumur ratusan tahun.
Sementara perayaan imlek di Lasem, Rembang, tahun ini akan dipusatkan di Kelenteng Poo An Bio yang berada di Desa Karangturi Kecamatan Lasem, Rembang. (bgs/bgs)












































Foto: Arif Syaefudin/detikcom