DetikNews
Rabu 14 Februari 2018, 15:09 WIB

Tertimpa Pohon, Jembatan di Batang Ini Miring dan Nyaris Roboh

Robby Bernardi - detikNews
Tertimpa Pohon, Jembatan di Batang Ini Miring dan Nyaris Roboh Jembatan rusak di Batang, Jawa Tengah. Foto: Robby Bernardi/detikcom
Batang - Akibat tertimpa pohon beringin, sebuah jembatan gantung di Batang, miring dan nyaris roboh. Padahal jembatan tersebut sangat vital digunakan warga untuk melintas dan penghubung Kecamatan Bandar dan Kecamatan Blado.

Jembatan yang berada di Desa Tombo Kecamatan Bandar ini, memiliki panjang 35 meter, lebar 1 meter, dengan ketinggian sekitar 10 meter, melintas di atas Kali Lojahan.

Rusaknya jembatan ini, akibat tertimpa pohon beringin, pada Selasa (13/02) sore akibat guyuran hujan deras. Akibatnya, tali seling pengait jembatan putus.

Jembatan ini menghubungkan Dukuh Tampingan, Desa Tombo, kecamatan Bandar dengan Dukuh Kemloko, Desa Kambangan, Kecamatan Blado.

"Kemarin, hujan deras mengakibatkan pohon beringin yang berusia ratusan tahun roboh, menimpa tali seling jembatan," kata salah seorang warga Desa Tombo, Torik (29) kepada pada detikcom saat sedang bergotong royong dengan warga lainnya mengevakuasi pohon yang menimpa jembatan ini, Rabu (14/02).

Jembatan rusak di Batang, Jawa Tengah. Jembatan rusak di Batang, Jawa Tengah. Foto: Robby Bernardi/detikcom

Jembatan tersebut merupakan jembatan vital bagi warga desa setempat untuk mempersingkat jarak tembuh ke desa di seberang sungai. Akibat robohnya jembatan ini, warga Dukuh Tampingan dan Dukuh Centuko Desa Tombo Kecamatan Bandar harus memutar jalur yang mencapai 20 kilometer untuk menuju ke ibu kota kecamatan.

Proses evakuasi batang pohon beringin dilakukan dengan kerja bakti yang melibatkan warga, BPBD, TNI dan Polri.

Kepala BPBD Kabupaten Batang, Ulul Azmi, mengatakan kejadian tersebut merupakan bencana alam akibat pohon berukuran besar yang usianya sudah ratusan tahun, roboh.

"Hari ini kita melakukan assessment mendata dampak kerugian yang ditimbulkan akibat peristiwa tersebut. Kejadian itu juga sudah kami laporkan ke Bupati untuk dilakukan pembahasan dan penanganan selanjutnya agar akses jalan kembali bisa digunakan," kata Uluk pada detikcom di lokasi.

"Untuk kerugian, ditaksir mencapai kurang lebih Rp 10 juta," jelasnya.

Diwawancara terpisah Bupati Batang Wihaji, mengatakan dampak kejadian tersebut secepatnya akan mendapat penanganan. Terutama pembuatan jembatan sementara, agar bisa digunakan warga untuk melakukan aktivitasnya sehari-hari.

Menurut Wihaji, sedianya kejadian serupa juga pernah terjadi pada tahun 2014 silam.

"Yang terpenting kita lakukan segera penanganan sementara agar warga bisa melakukan aktivitasnya. Baik berangkat bekerja, sawah, maupun ke tempat menuju ke sekolah," kata Wihaji saat dihubungi awak media.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed