Jembatan yang berada di Desa Tombo Kecamatan Bandar ini, memiliki panjang 35 meter, lebar 1 meter, dengan ketinggian sekitar 10 meter, melintas di atas Kali Lojahan.
Rusaknya jembatan ini, akibat tertimpa pohon beringin, pada Selasa (13/02) sore akibat guyuran hujan deras. Akibatnya, tali seling pengait jembatan putus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemarin, hujan deras mengakibatkan pohon beringin yang berusia ratusan tahun roboh, menimpa tali seling jembatan," kata salah seorang warga Desa Tombo, Torik (29) kepada pada detikcom saat sedang bergotong royong dengan warga lainnya mengevakuasi pohon yang menimpa jembatan ini, Rabu (14/02).
Jembatan rusak di Batang, Jawa Tengah. Foto: Robby Bernardi/detikcom |
Jembatan tersebut merupakan jembatan vital bagi warga desa setempat untuk mempersingkat jarak tembuh ke desa di seberang sungai. Akibat robohnya jembatan ini, warga Dukuh Tampingan dan Dukuh Centuko Desa Tombo Kecamatan Bandar harus memutar jalur yang mencapai 20 kilometer untuk menuju ke ibu kota kecamatan.
Proses evakuasi batang pohon beringin dilakukan dengan kerja bakti yang melibatkan warga, BPBD, TNI dan Polri.
Kepala BPBD Kabupaten Batang, Ulul Azmi, mengatakan kejadian tersebut merupakan bencana alam akibat pohon berukuran besar yang usianya sudah ratusan tahun, roboh.
"Hari ini kita melakukan assessment mendata dampak kerugian yang ditimbulkan akibat peristiwa tersebut. Kejadian itu juga sudah kami laporkan ke Bupati untuk dilakukan pembahasan dan penanganan selanjutnya agar akses jalan kembali bisa digunakan," kata Uluk pada detikcom di lokasi.
"Untuk kerugian, ditaksir mencapai kurang lebih Rp 10 juta," jelasnya.
Diwawancara terpisah Bupati Batang Wihaji, mengatakan dampak kejadian tersebut secepatnya akan mendapat penanganan. Terutama pembuatan jembatan sementara, agar bisa digunakan warga untuk melakukan aktivitasnya sehari-hari.
Menurut Wihaji, sedianya kejadian serupa juga pernah terjadi pada tahun 2014 silam.
"Yang terpenting kita lakukan segera penanganan sementara agar warga bisa melakukan aktivitasnya. Baik berangkat bekerja, sawah, maupun ke tempat menuju ke sekolah," kata Wihaji saat dihubungi awak media. (sip/sip)












































Jembatan rusak di Batang, Jawa Tengah. Foto: Robby Bernardi/detikcom