DetikNews
Rabu 14 Februari 2018, 08:07 WIB

Mengintip Koleksi Rumah Arca Boyolali dari Abad 8 dan 9 Masehi

Ragil Ajiyanto - detikNews
Mengintip Koleksi Rumah Arca Boyolali dari Abad 8 dan 9 Masehi Rumah Arca di Boyolali. Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom
Boyolali - Rumah Arca Boyolali menyimpan ratusan benda cagar budaya yang ditemukan di wilayah ini. Rata-rata merupakan peninggalan abad 8 dan 9 Masehi. Apa saja koleksinya?

"Di rumah arca ini ada 250-an benda cagar budaya. Semuanya dari penemuan di wilayah Boyolali," kata Karminto, juru pelihara Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah di rumah arca Boyolali, Selasa (13/2/2018).

Rumah Arca ini berada di Taman Pandan Arum, kompleks rumah dinas Bupati Boyolali, Jalan Merbabu No 48. Untuk menjangkau lokasi ini pun sangat mudah karena berada di tengah kota dan merupakan bekas kompleks kantor Setda Boyolali. Rumah Arca yang merupakan pindahan dari Taman Kota Kridanggo itu ditempatkan di pojok depan sisi barat. Bangunan lahannya berbentuk segitiga dan dikelilingi kolam ikan.

Menurut Karminto, benda purbakala yang ada di tempat tersebut kebanyakan merupakan reruntuhan candi Hindu maupun Budha dari abad 8 dan 9 Masehi. Antara lain Lingga, Yoni juga ada patung Ganesha, Siwa, dan stupa atau bagian atas candi.

Selain itu juga terdapat arca Wisnu yang sedang naik burung merak. Tak hanya itu, ada sejumlah arca Nandi atau sapi serta lainnya.

Terdapat dua benda cagar budaya yang berukuran sangat besar. Yaitu patung Ganesha dan Yoni. Untuk patung Ganesha ditempatkan di tengah kolam ikan yang mengelilingi rumah arca. Sedangkan untuk Yoni ditaruh di depan rumah arca.

"Ganesha dan Yoni besar itu ditemukan di Musuk," jelas Karminto ditemui di rumah arca tersebut.

Rumah Arca di Boyolali.Koleksi Rumah Arca di Boyolali. Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom

Benda-benda purbakala itu, kata dia, merupakan batu candi dan kebanyakan ditemukan di wilayah Kecamatan Banyudono dan Teras. Namun, tidak sedikit pula dari wilayah kecamatan lainnya di Boyolali, seperti dari Sawit, Musuk dan Ampel.

Selain bekas reruntuhan candi, ada pula batu calon candi, namun sudah terbentuk. Tentang kondisi arca, kebanyakan bagian kepalanya telah hilang atau tidak lengkap.

"Saat ditemukan memang kondisinya sudah seperti itu," katanya.

Tidak semuanya berupa batu. Namun ada pula bata merah dan gerabah untuk dinding sumur.

Kondisi benda cagar budaya di rumah arca ini pun tampak terawat. Arca-arca berjajar rapi dan bersih. Petugas rutin melakukan pemeliharaan agar arca-arca itu tidak rusak.

Beberapa koleksi benda purbakala di Rumah Arca ini saat ini dipindahkan untuk mengisi museum R Hamong Wardoyo. Museum yang belum lama ini dibangun Pemkab Boyolali.

Rumah arca ini pun sering dikunjungi warga. Apalagi lokasinya yang satu kompleks dengan Taman Pandan Arum. Setiap hari dan hari libur banyak orang tua yang mengajak anak-anaknya bermain di sana. Pasalnya di taman tersebut juga terdapat kandang Rusa Totol serta Burung Merak dan Nuri.

"Kalau tidak hujan, sore hari dan hari libur cukup banyak yang bermain ke sini," imbuh Yanto, pemelihara Rusa Totol Taman Pandan Arum.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed