DetikNews
Selasa 13 Februari 2018, 17:46 WIB

Harga Ketan Mahal, Produksi Kue Keranjang di Solo Tak Maksimal

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Harga Ketan Mahal, Produksi Kue Keranjang di Solo Tak Maksimal Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom
Solo - Imlek telah menjelang, dapur milik Susana pun kembali mengepul. Dia dan sejumlah pegawainya kembali memproduksi kue keranjang yang legendaris.

Namun pada Imlek kali ini, produsen kue keranjang Dua Naga Mas itu mengaku tak memproduksi sebanyak tahun lalu. Penyebabnya tak lain karena harga bahan bakunya meningkat drastis.

Pemilik usaha Dua Naga Mas, Susana, mengatakan hari ini dia telah berhenti memproduksi kue keranjang. Padahal tahun-tahun sebelumnya, dia bisa terus berproduksi, meskipun Imlek berlalu.
Harga Ketan Mahal, Produksi Kue Keranjang di Solo Tak MaksimalFoto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom

"Dulu harga ketannya Rp 11-13 ribu per kg. Sekarang naik Rp 23 ribu. Kita bingung menjualnya," kata Susana saat ditemui detikcom di rumah sekaligus kediamannya di Kelurahan Sudiroprajan, Jebres, Solo, Selasa (13/2/2018).

Namun dia memastikan kualitas kue keranjang yang dia hasilkan tetap sama. Hal itu dilakukan demi menjaga warisan resep leluhur.

"Tidak ada yang berubah sejak dahulu. Kita tetap original, pakai ketan dan gula saja, satu banding satu. Paling pakai pandan, biar wangi," ujar pemilik usaha yang sudah berjalan lebih dari 50 tahun itu.
Harga Ketan Mahal, Produksi Kue Keranjang di Solo Tak MaksimalFoto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom

Lama pembuatannya pun tetap sama, yakni memerlukan 12 jam proses pengukusan. Alat pengukus milik Susana dapat menampung hingga 200 kg adonan.

Satu kilogram kue keranjang ia jual seharga Rp 33 ribu, hanya naik sekitar Rp 6 ribu dari tahun lalu. Adapun satu kue memiliki bobot 250 gram.

"Karena pakai resep leluhur, kue keranjang ini bisa awet sampai setahun," tutupnya.
(bgs/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed