Suliono Penyerang Gereja Lidwina Sleman Sempat Kuliah di Palu

Ristu Hanafi - detikNews
Selasa, 13 Feb 2018 12:08 WIB
Kabid Humas Polda DIY, AKBP Yuliyanto memberi keterangan kepada wartawan di RS Bhayangkara, Sleman. Foto: Ristu Hanafi/detikcom
Sleman - Polisi telah memeriksa 15 orang saksi terkait kasus penyerangan umat misa Gereja Katolik Santa Lidwina Bedog, Kecamatan Gamping, Sleman. Ada keterangan bahwa penyerang Gereja Lidwina, Suliono (23) sempat kuliah di Palu, Sulawesi Tengah.

"Dia (Suliono) pernah kulaih di Palu, perguruan tinggi, tapi tak selesai, kuliah satu tahun," kata Kabid Humas Polda DIY AKBP Yuliyanto, kepada wartawan di RS Bhayangkara, Jalan Solo Km 13 Kalasan, Sleman, Selasa (13/2/2018).

Selain keterangan tersebut, polisi juga menerima informasi dari saksi yang menyebutkan Suliono menjadi santri di salah satu pondok pesantren di Magelang selama satu tahun.

"Keterangan-keterangan saksi tentunya akan didalami lebih lanjut oleh penyidik. Untuk lebih detailnya, kita tak bisa menyampaikan ke publik karena masuk materi pemeriksaan," jelasnya.

Hasil pemeriksaan sementara lainnya, lanjutnya, kondisi kesehatan Suliono saat ini mulai membaik setelah menjalani operasi mengambil peluru di lutut kanannya. Kedua kakinya dilumpuhkan oleh polisi saat akan ditangkap sesaat setelah aksi penyerangan di Gereja Lidwina.

"Dia bisa bicara normal, kondisinya mulai membaik masih dirawat di ruang khusus. Pemeriksaan sejauh ini dilakukan di RS Bhayangkara karena melihat situasi kesehatannya, tapi dia kooperatif," imbuhnya. (sip/sip)