Polisi: Penyerang Gereja Lidwina Sempat Nyantri di Magelang

Ristu Hanafi - detikNews
Selasa, 13 Feb 2018 11:29 WIB
Foto: Ristu Hanafi/detikcom
Sleman - Polisi terus mendalami kasus penyerangan Gereja Katolik Santa Lidwina Bedog, Kecamatan Gamping, Sleman. Sebanyak 15 saksi telah diperiksa.

"Saksi hingga kini sudah 15 orang yang diperiksa, dari masyarakat sekitar (TKP) dan beberapa orang yang mengenal tersangka. Hasil sementara, ada keterangan di Magelang dia sempat menjadi santri di sebuah ponpes selama satu tahun," kata Kabid Humas Polda DIY AKBP Yuliyanto, kepada wartawan di RS Bhayangkara, Jalan Solo Km 13 Kalasan, Sleman, Selasa (13/2/2018).

Sebelum menyerang umat misa di Gereja Lidwina Minggu (11/2) pagi, Suliono diketahui sudah berada di Yogyakarta selama 4-5 hari. Sebelum itu, dia berada di Magelang.

"Kemarin kan 11 orang saksi yang sudah diperiksa, ini tambah 4 orang ada yang dari Magelang itu," jelasnya.

Suliono dirawat di RS Bhayangkara untuk menjalani operasi lutut kanannya yang ditembak timah panas oleh anggota polisi Aiptu Munir, sesaat setelah menyerang umat Gereja Lidwina. Dia juga mengalami luka tembak di kaki kiri, dan luka di beberapa bagian tubuhnya akibat bogem mentah warga.

[Gambas:Video 20detik]

(bgs/bgs)