Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonosobo, Sabar mengatakan longsor di SMPN 3 Kalibawang awalnya terjadi pada Kamis (8/2). Namun, rekahan semakin parah pada Jumat (9/2) dan mengancam satu ruangan di SMPN 3 Kalibawang.
"Selain hujan lebat dengan intensitas lama longsor ini juga karena minimnya saluran pembuangan air," ujar Sabar melalui sambungan telpon, Jumat (9/2/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Satu ruangan yang dikosongkan adalah ruang les. Tetapi, karena kekurangan ruang, ruang les itu juga digunakan untuk kegiatan belajar. Sehingga sementara ini kelas yang tadinya di ruangan itu pindah," kata dia.
Berdasarkan rapat koordinasi dengan pihak sekolah, rekahan longsor saat ini ditutup dengan terpal. Upaya ini dilakukan agar saat hujan dampak longsor tidak meluas. Ia juga mengimbau agar warga dan pelajar untuk tidak mendekat ke titik longsor.
"Untuk tinggi senderan dengan gedung yang telah dikosongkan sekitar 7 meter dengan jarak hanya 2 meter," sebutnya. (sip/sip)










































