ADVERTISEMENT

Solusi MUI Terkait Masjid di Taman Sriwedari Solo: Diwakafkan Saja

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Kamis, 08 Feb 2018 18:41 WIB
Peletakan batu pertama pembangunan Masjid Taman Sriwedari di Solo. Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom
Solo - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah mendukung Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta membangun Masjid Taman Sriwedari. Dukungan tetap diberikan meskipun masjid dibangun di atas tanah sengketa.

Ketua MUI Jateng, Ahmad Darodji, bahkan mengusulkan agar tanah tersebut diwakafkan untuk umat Islam, siapapun pemiliknya, apakah pemkot atau ahli waris RMT Wiryodiningrat. Dengan demikian, tanah tersebut dapat bermanfaat bagi banyak umat.

"Siapapun pemiliknya, kami harap bisa segera diwakafkan. Pembangunan masjid ini kan baik," kata Darodji saat ditemui di Balai Kota Surakarta, Kamis (8/2/2018).

Dia meminta masyarakat tidak terpecah karena berbeda pandangan mengenai pembangunan Masjid Taman Sriwedari. Menurutnya, pembangunan masjid ini akan berdampak positif, terlebih belum adanya masjid yang berada di jalan utama Kota Solo.

"Pembangunan masjid di mana saja itu bagus. Di Sriwedari, orang juga butuh mencari masjid," ujar dia.

Masjid tersebut, menurutnya dapat menumbuhkan antusiasme umat Islam untuk giat beribadah. Sesuai tujuan pembangunannya, Masjid Taman Sriwedari nantinya juga menjadi pusat kegiatan kaum muslimin di Solo.

Seperti diberitakan sebelumnya, Masjid Taman Sriwedari dibangun di atas tanah seluas 17.200 meter persegi. Konsep masjid yang diadaptasi dari bangunan Jawa itu diperkirakan dapat menampung 7.680 orang.

Di sekeliling masjid akan didirikan lima menara, salah satunya dibuat setinggi 114 meter. Menara yang dilengkapi lift itu juga dapat menjadi wahana wisata baru di Solo. (sip/sip)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT