Lumpuh dan Bisu, Remaja 16 Tahun Ini Justru Ditinggal Orang Tuanya

Lumpuh dan Bisu, Remaja 16 Tahun Ini Justru Ditinggal Orang Tuanya

Eko Susanto - detikNews
Kamis, 08 Feb 2018 17:39 WIB
Faridatul dihibur kerabatnya (Foto: Eko Susanto/detikcom)
Kabupaten Semarang - Faridatul Mutmainah (16 tahun), mengalami kelumpuhan semenjak usia 1 tahun. Kedua kakinya tidak bisa difungsikan. Setiap harinya dia dirawat oleh kakak dan bibinya, karena dia telah ditinggal pergi kedua orang tuanya entah kemana.

Ketika detikcom berkunjung ke rumah bibinya di Dusun Tambakselo RT 06/RW 02, Desa Pasekan, Ambarawa, Kabupaten Semarang, Faridatul sedang berada di bagian belakang rumah ditemani kakaknya, Imam Farozi (19).

Kondisi remaja putri kelahiran 22 Mei 2002 ini sangat memperihatinkan. Selain mengalami lumpuh, dia juga tidak bisa bicara. "Waktu usia 1 tahun adik jatuh dari kursi mainan. Sempat koma dan kembali dari rumah sakit kondisinya seperti ini," papar Imam, Kamis (8/2/2018).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penderitaan Faridatul semakin bertambah karena kedua orang tuanya Ngiyudin dan Robiah, hingga kini tak diketahui keberadaannya. Mereka meninggalkan kedua anaknya. Semula Imam dan Faridatul dirawat neneknya, setelah sang nenek meninggal kemudian dirawat bibinya, Siti Khotimah.

Faridatul bersama kakak dan bibinya (Foto: Eko Susanto/detikcom)

Siti mengatakan, sudah sejak 10 tahun lalu mengasuh kedua kemenakannya itu bersama anak-anaknya sendiri. "Saya nggak mengetahui keberadaan adik saya (Robiah). Dulu pergi pamitnya mau kerja," tuturnya.

Faridatul akan segera dikirim ke panti sosial. Kepala Desa Pasekan, Juli, mengatakan Faridatul akan dibawa ke Panti Pelayanan Sosial Disabilitas Grahita Raharjo beralamat di Jalan Raya Sragen-Solo KM 2, Gambiran, Sragen.

"Sekarang ini masih proses administrasi, termasuk kami membuatkan surat pengantar agar nantinya mendapatkan pelayanan yang baik," kata Juli.

Baik SIti maupun Imam merasa ikhlas jika Faridatul dirawat secara khusus di panti sosial karena dipastikan akan mendapatkan perawatan yang lebih baik. "Kami ikhlas kalau adik mau dibawa ke panti. Biar sembuh," ujar Imam.

"Kami ikhlas kalau Faridatul dibawa ke panti biar bisa mendapatkan penanganan termasuk terapi. Kami nggak bisa melakukan terapi, yang biasa kami lakukan hanya memandikan dan memberinya makan," tutur Siti. (mbr/mbr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads