Ketika detikcom berkunjung ke rumah bibinya di Dusun Tambakselo RT 06/RW 02, Desa Pasekan, Ambarawa, Kabupaten Semarang, Faridatul sedang berada di bagian belakang rumah ditemani kakaknya, Imam Farozi (19).
Kondisi remaja putri kelahiran 22 Mei 2002 ini sangat memperihatinkan. Selain mengalami lumpuh, dia juga tidak bisa bicara. "Waktu usia 1 tahun adik jatuh dari kursi mainan. Sempat koma dan kembali dari rumah sakit kondisinya seperti ini," papar Imam, Kamis (8/2/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Faridatul bersama kakak dan bibinya (Foto: Eko Susanto/detikcom) |
Siti mengatakan, sudah sejak 10 tahun lalu mengasuh kedua kemenakannya itu bersama anak-anaknya sendiri. "Saya nggak mengetahui keberadaan adik saya (Robiah). Dulu pergi pamitnya mau kerja," tuturnya.
Faridatul akan segera dikirim ke panti sosial. Kepala Desa Pasekan, Juli, mengatakan Faridatul akan dibawa ke Panti Pelayanan Sosial Disabilitas Grahita Raharjo beralamat di Jalan Raya Sragen-Solo KM 2, Gambiran, Sragen.
"Sekarang ini masih proses administrasi, termasuk kami membuatkan surat pengantar agar nantinya mendapatkan pelayanan yang baik," kata Juli.
Baik SIti maupun Imam merasa ikhlas jika Faridatul dirawat secara khusus di panti sosial karena dipastikan akan mendapatkan perawatan yang lebih baik. "Kami ikhlas kalau adik mau dibawa ke panti. Biar sembuh," ujar Imam.
"Kami ikhlas kalau Faridatul dibawa ke panti biar bisa mendapatkan penanganan termasuk terapi. Kami nggak bisa melakukan terapi, yang biasa kami lakukan hanya memandikan dan memberinya makan," tutur Siti. (mbr/mbr)












































Faridatul bersama kakak dan bibinya (Foto: Eko Susanto/detikcom)