DetikNews
Kamis 08 Februari 2018, 08:35 WIB

Di Jepara Ada Pemuda Kreatif Membuat Tenun Berbahan Ramah Lingkungan

Wikha Setiawan - detikNews
Di Jepara Ada Pemuda Kreatif Membuat Tenun Berbahan Ramah Lingkungan Karomi sedang menggarap tenun Troso. Foto: Wikha Setiawan/detikcom
Jepara - Tenun Troso menjadi salah satu andalan kerajinan tangan asal Kabupaten Jepara, selain ukiran kayu. Keindahan motif yang beragam dan dibuat dari bahan berkualitas oleh tenaga ahli menjadikan Tenun Troso masih banyak dicari.

Namun, produksi tenun di Desa Troso Kecamatan Pecangaan ini mayoritas masih menggunakan bahan sintetis, yang kurang ramah terhadap lingkungan. Dari sinilah, produksi tenun menggunakan bahan alami mulai dilakukan.

Ahmad Karomi, pemuda berusia 28 tahun ini menggagas produksi tenun menggunakan bahan alami yang ramah lingkungan.

"Saya sudah bereksperiman sejak 4 tahun lalu, tapi baru mulai berproduksi berbahan alami baru awal September 2017. Ya, karena keprihatinan terhadap pencemaran lingkungan," kata Karomi saat ditemui detikcom di rumahnya Desa Troso RT 1 RW 2, Rabu (7/2/2018).

Ia menuturkan, pewarna yang digunakan terbuat dari kayu mahoni, daun mangga, daun randu, kulit pohon joho dan jolawe.

"Caranya bahan-bahan tersebut dipotong kecil-kecil kemudian digodok (ekstraksi). Ekstraksi menghasilkan zat asam, untuk netral untuk penguncian warna diberi zat basa. Seperti kapur, tawas supaya tetap ramah lingkungan," paparnya.

Di Jepara Ada Pemuda Kreatif Bikin Tenun Berbahan Ramah LingkunganKaromi, pengrajin Tenun Troso di Jepara. Foto: Wikha Setiawan/detikcom

Selama ini, produksi tenun miliknya itu dijual secara online. Biasanya, pesanan datang dari sahabat dan sebagian dari jaringan komunitas.

"Memang belum banyak diproduksi, hanya terbatas bagi yang memesan, komunitas, teman atau saya pakai sendiri. Terakhir ada pesanan dari sebuah kafe di Jakarta yang rencananya akan dibuat seragam," lanjut pendiri Komunitas Omah Petrok ini.

Untuk tenun produksinya dibanderol Rp 250 ribu per meter.

"Harga rata-rata Rp 250 ribu. Untuk motif bisa sesuai keinginan pemesan. Namun yang sedang kami kembangkan motif gunungan dan bunga," paparnya.

Ke depan diharapkan Tenun Troso dapat terus berkembang. Baik ciri khas motif hingga kualitas produksi yang ramah lingkungan.

"Kalau tenun di sini dikembangkan hanya kepentingan bisnis. Tenun dari sini banyak di pesan dari Kalimantan, Lombok, Bali tapi motifnya dari pemesan bukan motif asli sini," pungkasnya.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed